Lakukan Perdagangan Satwa Dilindungi, Ilyas Dituntut 3 Tahun Penjara
Terdakwa Ilyas saat menjalani sidang di PN Medan. (mc/abg)

Berita Medan – Jaksa penuntut umum (JPU) menuntut‎ M.Ilyas alias Ilyas terdakwa kasus perdagangan satwa lia yang dilindungi berupa organ tubuh harimau dengan hukuman penjara selama 3 tahun di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (16/5/2018) sore.

JPU Kristina Lumbanraja dalam amar tuntutannya, selain menuntut hukum penjara. Terdakwa juga dituntut untuk membayar denda sebesar Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

“Terdakwa dinilai bersalah melanggar Pasal 40 ayat (2) UU. RI No. 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya jo Peraturan Pemerintah No. 7 tahun 1999 tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa,” ungkap Kristina dihadapan majelis hakim diketuai Riana Pohan dan terdakwa.

Baca Juga : Kapolres Sergai Tegaskan Personel Siap Sedia dan Waspada

Sebelum mengajukan tuntutannya, JPU terlebih dahulu memaparkan hal yang memberatkan terdakwa yakni perbuatan terdakwa merusak kelestarian alam hayati dan ekosistemnya. “Sedangkan hal yang meringankan, terdakwa mengakui dan menyesali perbuatannya dan sopan selama persidangan,” sebut JPU.

Setelah mendengar tuntutan JPU, majelis hakim menunda persidangan hingga sepekan untuk agenda pembelaan dari terdakwa.

Dalam dakwaan JPU Kristina Lumbanraja menyebutkan terdakwa ditangkap di rumahnya di Jalan Veteran Pasar IV Dusun 7 Desa Helvetia, Gang Jasmine, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deli Serdang, pada 29 Januari 2018.

Penangkapan berawal dari adanya informasi dari masyarakat terkait perdagangan bagian-bagian satwa yang dilindungi UU berupa kulit harimau dan kuku beruang.

Petugas Polisi Kehutanan dari Kantor Balai Pengaman dan Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan Wilayah Sumatera, lantas melakukan pengintaian dan penyamaran sebagai pembeli melalui facebook.

Kemudian, tanggal 29 Januari 2018, petugas melaksanakan kegiatan operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar di Kota Medan dan Kabupaten Deli Serdang. Dalam operasi itu, tim menangkap terdakwa.

Baca Juga : Ini Pesan Pengamen kepada Djoss Usai Nyanyikan Lagu Anji

Dari tangan terdakwa, petugas menyita barang bukti berupa kulit dan kuku harimau, beruang dan macan, di antaranya lima buah taring beruang terdiri dari empat buah dilengkapi ring ornamen dan satu buah taring tanpa dilengkapi ring ornamen.

Selanjutnya satu buah kalung yang terbuat dari kuku harimau, tiga buah kuku beruang dilengkapi dengan ring ornament, empat buah kuku macan, dua buah dompet kulit harimau, dua buah kulit harimau bagian kaki berbentuk tapak dan masih berkuku tidak utuh.

Kemudian, dua buah tali pinggang kulit harimau masing-masing berwarna coklat dan hitam, satu buah tas selempang kulit macan, satu lembar kulit harimau dengan ukuran panjang ± 95 cm dan lebar ± 35 cm dan satu buah kalung yang terbuat dari kuku beruang.  (mc/abg)