Home / Ekonomi

Sabtu, 10 April 2021 - 08:45 WIB

Kurs Rupiah Melemah 0,28% Dalam Seminggu

makobar.com – Kurs rupiah melemah 0,28% dalam seminggu ini jika dibandingkan dengan posisi Kamis (1/4) lalu pada Rp 14.525 per dolar AS.

Nilai tukar rupiah di kurs tengah Bank Indonesia (BI) stagnan di level Rp 14.580 per dolar Amerika Serikat (AS) pada Jumat (9/4).

Pergerakan rupiah Jisdor ini berbeda dengan rupiah di pasar spot yang kembali melemah.

Pada Jumat (9/4), rupiah spot ditutup melemah 0,21% ke Rp 14.565 per dolar AS. Pergerakan rupiah ini sejalan dengan seluruh mata uang di kawasan Asia.

Menurut Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf, pelemahan rupiah terjadi karena sentimen yang masih rapuh. IMF memangkas proyeksi pertumbuhan untuk Indonesia di tahun ini dari 4,8% menjadi 4,3%.

Baca Juga  Rapat The Fed dan BI akan Pengaruhi Pergerakan Kurs Rupiaj

Akan tetapi, Alwi menganggap angka tersebut masih sejalan dengan proyeksi pertumbuhan dari Menteri Keuangan Sri Mulyani.

“Pemangkasan proyeksi ini, juga sejalan dengan proyeksi terakhir dari Menkeu Sri Mulyani bulan lalu, yang menyatakan bahwa ekonomi Indonesia masih akan mengalami kontraksi antara 1% hingga 0,1% pada kuartal pertama tahun ini,” kata Alwi.

Dia menambahkan bahwa data ekonomi juga kurang menggembirakan. Cadangan devisa di bulan Maret turun tipis menjadi US$137,1 miliar dibanding bulan lalu US$ 138,8 miliar dan lebih rendah daripada prediksi US$ 139 miliar.

Sedangkan, dari sisi eksternal, masih ada kabar yang kurang mengenakkan dari hubungan AS-Cina.

Baca Juga  IHSH Pagi Ini Bergerak Liar di Pasar Spot

Pemerintahan presiden AS Joe Biden menambah perusahaan China yang masuk daftar hitam karena dituding terafiliasi dengan pihak militer.

Alwi mengatakan, meningkatnya ketegangan hubungan AS-Cina melemahkan sentimen karena akan menghambat upaya menuju pemulihan ekonomi dunia.

“Perkembangan ini menambah ketidakpastian di pasar keuangan global, yang mendorong investor cenderung bermain aman dengan memegang dolar AS sebagai safe haven,” Imbuh Alwi.

Ia juga melihat bahwa pelaku pasar juga lebih memilih dolar di tengah ekspektasi pemulihan ekonomi AS yang lebih cepat ketimbang negara lain, seiring dengan guyuran stimulus dan program vaksinasi AS yang agresif.

Share :

Baca Juga

Ekonomi

Investor Masih Wait and See, Beginilah Nasib IHSG Pekan Depan
Harga Emas Antam Naik Dibanderol Rp917.000 Per Gram

Ekonomi

Kamis 23 Juli 2020, Harga Emas Antam Turun Rp5.000 Per Gram
Harga Emas Antam Naik Dibanderol Rp917.000 Per Gram

Ekonomi

Rabu (3/3/2021), Harga Emas Antam Naik Rp6.000 Per Gram
IHSG Bertengger di Zona Hijau pada Senin (1/3/2021)

Ekonomi

IHSG Pagi Ini Menguat 0,62%

Ekonomi

Harga Minyak Mentah Menguat 0,33%

Ekonomi

IHSG Melemah 0,42% di Perdagangan Selasa (11/5)

Ekonomi

Harga Minyak Mentah Menguat di Pasar Spot
Rupiah Menguat

Ekonomi

Faktor Eksternal Bayangi Pergerakan Kurs Rupiah