Berita Medan, makobar – Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) mengungkap peredaran narkoba jaringan internasional, dalam penyergapan disejumlah tempat di Kota Medan dan waktu berbeda.

Adapun sejumlah lokasi penangkapan meliputi, Komplek Multatuli Kelurahan Hamdan Kecamatan Medan Maimun, Jalan Gatot Subroto Kelurahan Tomang Elok Kecamatan Medan Sunggal dan Jalan Sisingamangaraja Kecamatan Medan Amplas.

Kemudian di pintu Tol Tebing Tinggi, Jalan Handoko Gang Kutilang Kelurahan Tanjungbalai Kota Kecamatan Tanjungbalai Selatan, serta perempatan lampu merah Jalan Letjen Suprapto Kecamatan Medan Maimun Kota Medan.

Dalam pengungkapan tersebut, petugas berhasil meringkus 16 tersangka, dua diantaranya ditembak mati. Dari mereka, diamankan barang bukti narkotika jenis sabu sebanyak 14.000 gram atau 14 kg.

Identitas tersangka yang diamankan yakni, seorang WNA Malaysia berinisial KPP dan seorang WNA India dengan inisial S, dimana keduanya meninggal dunia. Kemudian 14 tersangka WNI dengan inisial MRI alias R, AS alias A, LHG alias A, IB, A, Y alias S, M alias A, W dan M.

Kapolda Sumut, Irjen Pol Agus Andrianto mengatakan, pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat pada Senin (8/4/2019) malam, ada dua orang laki-laki yang memiliki narkoba jenis sabu di Komplek Multatuli, Kelurahan Hamdan, Kecamatan Medan Maimun.

“Selanjutnya petugas unit 2 Subdit II Ditresnarkoba Polda Sumut melakukan penyelidikan. Kedua tersangka berinisial MRI alias R dan AS alias A. Dari mereka diamankan 5 kg sabu,” ujar Agus saat memimpin rilis kasus di RS Bhayangkara Medan, Senin (29/4/2019) siang.

Kemudian, kata Agus, petugas melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan 14 tersangka lainnya dalam waktu dan lokasi berbeda.

Dua tersangka yang merupakan warga negara asing terpaksa ditembak mati, karena melakukan perlawanan saat akan ditangkap.

“Tersangka KPP dan S (warga negara asing) terpaksa ditembak mati, setelah sebelumnya tidak mengindahkan tembakan peringatan dari petugas,” ungkap Agus.

Agus menuturkan, para tersangka dijerat Pasal 114 ayat (2) dan atau Pasal 112 ayat (2) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati, pidana penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun, serta pidana dengan paling sedikit Rp 1 miliar dan paling banyak Rp 10 miliar.

“Dengan tangkapan narkotika golongan I jenis sabu sebanyak 14 kg ini, kita bisa menyelamatkan anak bangsa sebanyak 140.000 orang dengan asumsi 1 gram sabu untuk 10 orang pengguna,” pungkas jenderal bintang dua tersebut. (mc/fan)