Berita Sergai – Bupati Sergei Bupati Sergai Ir H Soekirman sambut kedatangan Kapolda Sumatera Utara (Sumut)dalam kunjungan kerja (Kunker) ke Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai) bertempat di Aula Sultan Serdang.

Bupati Sergai Ir H Soekirman dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan terimakasih atas kunjungan kerja dan silaturahmi Kapolda Sumut pada hari ini. Bupati Menyampaikan tentang kondisi geografis Kabupaten Sergai.

Selain itu disampaikan potensi tenaga ASN antara lain tenaga pendidik dan tenaga kesehatan serta pegawai instansi atau dinas sejumlah lebih kurang 7.000 orang dibantu 3.000 tenaga honorer yang menjadi tulang punggung berjalannya roda pemerintahan di Kabupaten Tanah Bertuah Negeri Beradat. Selain itu ada 243 Kepala Desa dan Lurah yang tersebar di penjuru daerah.

Sergai saat ini sedang viral karena saat ini isu parahnya korupsi di Sergai, namun hal ini kita serahkan semua kepada proses hukum yang berlaku sehingga masyarakat kembali tenang dan tidak terprovokasi, kata Bupati.

Lanjut Soekirman, saat ini terkait musim turun tanam, Pertamina mengalokasikan 7,3 liter bahan bakar untuk sektor pertanian hendaknya memang benar-benar terpenuhi adanya. Untuk itu diminta kepada pihak kepolisian jika ada petani yang membeli bahan bakar di SPBU dengan menggunakan jerigen mohon untuk tidak dikenakan sanksi.

Konflik perikanan dan kelautan tidak begitu bergejolak, demikian juga dengan konflik perkebunan yang memang ada, namun tidak begitu bergejolak adanya, ujarnya.

Memasuki tahun politik, agar dicermati bahwa kita hendaknya tetap bersatu walau berbeda pilihan, karena kebanggaan kita saat ini semakin mendunia. Sebagai contoh kesuksesan Indonesia menggelar Asian Games dan Asian Games Tahun 2018.

Pada kesempatan ini kami bersama masyarakat Sergai meminta kepada pihak kepolisian ada 6 Ng, yaitu ngayomi (membimbing), kami minta polisi ngancani (menjadi teman) kemudian polisi juga bisa ngewangi (melindungi), lalu ngajeni (mengajarkan), dapat ngangenin (menumbuhkan rindu) serta yang terakhir ngimpeni (diimpikan). Jika hal tersebut dapat terpenuhi maka Polri akan semakin dicintai dan mendapatkan dukungan penuh dari masyarakat, tutup Bupati Soekirman.

Sementara itu, Kapolda Sumut Irjen Pol Drs. Agus Andrianto, SH menyampaikan biografi antara lain lahir dari keluarga ASN dan ekonomi pas-pasan sehingga tidak canggung lagi berada diantara hadirin sekalian.

Ucapan terimakasih kepada Sumatera Utara sebagai daerah yang sangat berkesan dalam hidup saya. Program 100 hari saya sejak menjabat antara lain adalah penertiban pasar dan premanisme, reklame yang tidak membayar pajak, serta penertiban pos polisi yang didirikan tidak pada tempatnya. Semoga sebelum saya mengakhiri jabatan nantinya masih dapat memberikan yang terbaik bagi masyarakat Sumut, ungkapnya.

Tambah Agus, kepada aparat Kepolisian pada tingkat Polres hingga kebawah diperintahkan agar melakukan survey 15 hal yang disukai dan 15 hal yang tidak disukai masyarakat terkait pelayanan Polri. Setelah dapat, maka laksanakan apa yang disukai masyarakat, tinggalkan yang tidak disukai masyarakat.

Terkait penyampaian Bupati tentang 7.000 orang yang menggerakkan roda pemerintahan dalam melaksanakan pelayanan kepada masyarakat, dipesankan agar kita semua tidak mudah terbawa oleh berita hoax atau bahkan terukur pada politik indentitas dan adu domba yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa, katanya.

Polda Sumut menyampaikan komitmennya dalam rangka menjaga kekondusifan daerah dari persoalan semisal perbedaan tata cara beragama, provokasi serta pencegahan kriminal serta peredaran narkoba.

Sementara tentang BBM untuk masyarakat petani, diminta kepada pihak pemerintah desa atau lurah agar hendaknya memberikan bekal surat menyurat kepada yang bersangkutan, tujuannya agar memang BBM dapat tepat sasaran, bukan dimanfaatkan segelintir orang atau pihak saja. Hal ini sembari menunggu peningkatan produksi BBM dalam negeri sehingga kebutuhan masyarakat akan BBM dapat tercukupi dan ketahanan pangan kita menjadi kuat.

Mari sama-sama hentikan politik adu domba dan provokasi karena tidak ada gunanya, terlebih kita adalah bangsa yang bermartabat dan tidak mudah terpengaruh hal sedemikian, tambah Kapolda.

Terkait konflik tanah agar aparat pemerintah mulai dari desa hingga kecamatan dapat lebih berhati-hati dan teliti agar terhindar dari permasalahan hukum. Jika permasalahan dapat diselesaikan dengan baik-baik, maka selesaikanlah, karena paradigma menghukum orang dan memasukkan kedalam penjara bagi kami bukanlah sebuah tujuan.

Tentang 6 Ng harapan Bupati dan masyarakat, saya tekankan dan yakini bahwa jika 15 hal yang disukai masyarakat sesuai perintah saya kepada jajaran kepolisian Sumut, dapat dijalankan dengan sebaik-baiknya, maka 6 Ng tersebut akan dapat terpenuhi, ujar Kapolda.

Terlihat hadir, Kapolres Sergai AKBP Juliarman Eka Pasaribu, SH, SIK, MH, Kajari Sergai Jabal Nur, SH, MH, Wabup H Darma Wijaya, para Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kakan Kemenag Dr H Muhammad Safi’i, para Camat, Tenaga Penyuluh, Tenaga Kesehatan, Tenaga Kependidikan dan Kepala Desa se-Kabupaten Sergai.