Terdakwa Johannes saat diadili dan Terdakwa Julius Dachi saat mendengar putusan hakim
Terdakwa Johannes saat diadili dan Terdakwa Julius Dachi saat mendengar putusan hakim

makobar.com – Perlakuan Jaksa terhadap dua terdakwa korupsi Waterpark Nias Selatan (Nisel) diduga merugikan uang negara sebesar Rp 7,8 miliar tampaknya berbeda. Pasalnya, Julius Dachi (40) Direktur Bumi Cemerlang selaku Panitia Pembuat Komitmen (PPK), Senin (23/10/2017) langsung dituntut Jaksa Hendrik Sipahutar dan Netty Barus 1 tahun 6 bulan (18 bulan) penjara denda Rp 50 juta.

Sedangkan Johannes, rekanan yang mengerjakan Waterpark tersebut urung dituntut Jaksa dengan alasan belum siap menyusun nota tuntutan, sehingga sidang dilanjutkan, Kamis (26/10/2017). Johannes pun tampak gembira, karena selama ini terdakwa yang menitipkan Rp 3,5 miliar kepada Jaksa tidak pernah ditahan.

Kepulauan Seribu di Kejutkan Oleh Munculnya 3 Puting Beliung Secara Bersamaan

Berbeda dengan Julius Dachi. Sejak penyidikan Polisi, Kejaksaan dan pengadilan, terdakwa Julius tetap ditahan.Terdakwa Julius tidak ada menyerahkan uang titipan kepada penyidik maupun ke JPU.

Dalam nota tuntutannya, Jaksa Hendrik Sipahutar meyakini terdakwa Julius bersama terdakwa Johannes bertanggungjawab dalam pengerjaan proyek Waterpark berbiaya Rp 16 miliar tersebut. Untuk mendengar nota pembelaan terdakwa, sidang dilanjutkan Kamis (26/10/2017).

Intensif PBB Kepling Dipotong Sebesar Rp. 417 Ribu

Sebelumnya, Majelis Hakim Pengadilan Tipikor diketuai Wahyu Prasetio terkejut, setelah Johannes membeberkan telah memberi uang titipan Rp 3,5 miliar kepada Jaksa.

Ketika terdakwa Johannes didengar keterangannya sebagai saksi untuk terdakwa Julius, dia mengakui telah mengeluarkan Rp 5 miliar untuk aparat penegak hukum. Diantaranya Rp 1,5 miliar disita polisi sebagai barang bukti di Poldasu, dan Rp 3,5 miliar dititipkan di Kejari Nisel. Namun terdakwa tidak menjelaskan penggunaan uang Rp 3,5 miliar tersebut.

Julius Dachi dihadapan majelis hakim dan tim JPU mengaku kalau dirinya sudah siap bertanggungjawab dan siap di penjara.

“Sejak awal saya menyadari banyak kekeliruan dan tidak profesional yang mulia, karena itu saya siap bertanggungjawab dan sudah siap masuk penjara”, ungkapnya.

Seusai sidang, terdakwa Johannes yang merupakan pemborong pekerjaan Proyek Water Park, mengaku dijebak dalam proyek itu.

“Aku dijebak, aku diperas, aku tak dikasih tau, kalau proyek itu adalah proyek pemerintah,” kata Johannes. (mc/cu)