Pekerja pabrik kembang api yang terbakar sekitar 103 orang. Dari hasil penelusuran polisi menemukan sisa 10 orang yang belum ditemukan. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)
Pekerja pabrik kembang api yang terbakar sekitar 103 orang. Dari hasil penelusuran polisi menemukan sisa 10 orang yang belum ditemukan. (ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal)

makobar.com – Korban tewas dalam peristiwa kebakaran pabrik kembang api, PT Panca Buana Cahaya Sukses bertambah menjadi 47 orang. Awalnya korban baru diketahui berjumlah 23 orang.

Berdasarkan hasil penelusuran kepolisian, Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono mengatakan, dari jumlah 23 korban jiwa bertambah menjadi 39. Beberapa korban jiwa yang bertambah itu diperkirakan meninggal saat perjalanan ke rumah sakit.

“Ada 47 mayat meninggal. Kemudian di Kramatjati kami dirikan posko orang hilang, kami juga buka di Polsek nanti dibawa ke Kramatjati,” ujarnya di lokasi, Kamis (26/10).

Selain itu, Argo mengatakan, pihaknya juga akan melakukan pendataan orang hilang untuk mengetahui kecocokan data sejumlah orang yang meninggal karena luka bakar serius pada pabrik kembang api.

“Kami juga akan lakukan ante mortem, nanti kami cocokkan mayat. Kami akan temukan siapa korban hilang, kami belum melakukan identifikasi mayat,” tuturnya.

Sejauh ini, Argo mengatakan, pekerja yang ada sekitar 103 orang. Dari hasil penelusuran polisi menemukan sisa 10 orang yang belum ditemukan.

“Kami belum tahu ada 10 sisa apakah dia sakit terus pulang atau sakit ringan atau tidak masuk kerja,” tuturnya.

Sejauh ini polisi membawa korban luka ke rumah sakit terdekat seperti RSUD Tangerang, RSIA Bun dan RS Mitra Husada. Proses evakuasi terbakarnya pabrik kembang api juga masih berlanjut hingga saat ini. (mc/min)