Home / Hukum / News

Kamis, 23 Juli 2020 - 12:45 WIB

Komisi Kejaksaan RI Periksa 6 Jaksa Kasus Polisi Peneror Novel Baswedan

Penampakan gedung Komisi Kejaksaan RI. (Suara.com/Arga).

Penampakan gedung Komisi Kejaksaan RI. (Suara.com/Arga).

makobar.com – Komisi Kejaksaan memanggil Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menangani kasus penyiraman air keras terhadap penyidik senior KPK, Novel Baswedan, Kamis (23/7/2020).

Ada 6 jaksa yang diperiksa soal penanganan kasus teror air keras yang menjerat Rahmad Kadir dan Ronny Bugis hukuman penjara.

Ketua Komisi Kejaksaan Barita Simanjutak mengatakan, pemeriksaan berlangsung sejak pukul 09.00 WIB. Salah satu jaksa yang diperiksa adalah Fredrik Adhar Syaripudin.

“JPU yang menuntut dalam sidang perkara Novel Baswedan hari ini diperiksa Komisi Kejaksaan sejak jam 09.00. Ada enam Jaksa,” kata Barita dilansir dari laman suara.com, Kamis (23/7/2020).

Barita menyampaikan, keenam JPU tersebut akan dimintai keterangan soal penanganan kasus dari awal, kata Barita, pemeriksaan masih berlangsung.

Baca Juga  Hasil Survei CRC, Paslon RAHMAN Unggul di Pilkada Binjai

“Semua penanganan kasus itu dari semenjak sampai, dan apa yang dilakukan kemudian berkaitan dengan ketentuan peraturan. Tentu karena ada juga soal perilaku yang kemarin, kami tanya juga. Sekaeang sedang berjalan,” ujarnya.

Masih Barita, pemeriksaan bisa berlangsung sekitar tiga atau empat jam. Keenam JPU itu akan diperiksa satu-satu.

“Bisa tiga sampai empat jam tergantung. Bisa cepat bisa lama. Karena kami semua, tim, mendalami masing-masing jaksa,” papar dia.

Sebelumnya, Novel Baswedan telah merampungkan pemeriksaan di Komjak RI terkait pengaduan sidang kasus penyiraman air keras dengan dua terdakwa Ronny Bugis dan Rahmat Kadir.

Menurut Novel, laporan pengaduan yang dibuatnya bersama tim kuasa hukum, kepada KKRI bertujuan agar peradilan hukum di Indonesia semakin membaik.

Baca Juga  Polda Jabar Dalami Asal Usul Sabu di Pesta Narkoba Kompol Yuni

“Tentunya kami semua berharap peradilan semakin baik ke depan. Kami ingin penegakan hukum yang baik. Begitu juga dengan Kejaksaan yang melakukan penegakan hukum yang objektif dan baik,” kata Novel seusai diperiksa di kantor KKRI, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2020).

Novel mengapresiasi langkah cepat Komisi Kejaksaan RI yang merespons adanya dugaan kejanggalan dalam persidangan dua polisi aktif itu.

Novel juga berharap kasus yang kini ditangani KKRI dapat dituntaskan sehingga bisa membuat penegakan hukum di Indonesia lebih baik lagi.

“Kami bisa sama-sama menunggu, bersabar, semoga proses nanti berjalan dengan baik dan bisa mendapat suatu arah perubahan kebaikan ke depan bagi penegakan hukum,” kata dia. (mc/min)

Share :

Baca Juga

Hotel Suni Abepura by Parkside

News

Parkside Hotel Indonesia Kembali Buka Hotel kedua di Abepura
Cristiano Ronaldo

Internasional

Cristiano Ronaldo jadi Manusia Pertama dengan 500 Juta Pengikut di Media Sosial
Donor Plasma Polri, Pengamat: Itu Bisa Jadi Teladan Lembaga Lain

News

Donor Plasma Polri, Pengamat: Itu Bisa Jadi Teladan Lembaga Lain
Kapolda Sumut Serahkan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat di Kabupaten Simalungun

News

Kapolda Sumut Serahkan Bantuan Sembako Bagi Masyarakat di Kabupaten Simalungun

News

Polisi Tangkap Koordinator Lapangan Demo Anarki di Aceh yang Lukai Kasar Sabhara

News

Grand Arabia Hotel Sediakan Paket Weeding dan Ulang Tahun

News

Nezar Djoeli ST Pimpin DPW PSI Sumut
Gibran Rakabuming Raka. (Suara.com/Tyo)

News

Gibran Rakabuming Diduga Terseret Kasus Korupsi Bansos, KPK Diharap Usut Tuntas!