Berita ‎Medan – Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Kwarcab) Asahan, Amir Hakim resmi ditahan oleh Penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Asahan. Penahanan terhadap Amir Hakim di Lapas Labuhan Ruku Kabupaten Batubara.

Kepala Seksi (Kasi) Intelijen ‎Kejari Asahan, Boby Sirait ‎mengungkapkan penahanan Amir Hakim ditahan pada ‎kasus dugaan korupsi penjualan aset di Kabupaten Batubara, dengan kerugian negara mencapai Rp 1 miliar dan kasus kedua, kasus dugaan korupsi dana Hibah dari Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Asahan tahun anggaran (TA) 2016, senilai Rp 400 juta.

“Pada hari Senin, 19 Febuari 2018, kemarin. Sudah resmi kita melakukan penahanan terhadap tersangka Amir Hakim,” ujar Boby Sirai, Jum’at (23/2).

Penahanan tersebut, dikarenakan Amir Hakim sudah dua kali mangkir dari pemanggilan dan pemeriksaan dilakukan penyidik Pidsus Kejari Asahan.

“Penahanan kita lakukan terhadap tersangka Amir ditahan dan dititipkan di Lapas Labuhan ‎Ruku, Kabupaten Batubara, untuk 20 hari kedepan,” jelas Boby Sirait.

Setelah dilakukan penahanan, menurut Boby Sirait penyidik akan segera melimpahkan berkas perkara milik Amir Hakim ke bagian penuntut agar segara dilakukan proses persidangan di Pengadilan Tipikor Medan, dalam waktu dekat ini.

“Segera dilakukan pelimpahan tahap dua dan untuk segera dilimpahkan ke Pengadilan secapatnya,” ujar Boby Sirait.

Semetara itu, untuk kerugian negara dalam kasus dugaan korupsi. Penyidik Kejari Asahan tengah menunggu hasil audit dari BPKP Perwakil Sumut.‎ “Untuk potensi kerugian negara mencapai Rp1,4 miliar. Karena dana hibah itu sampai sekarang tidak dapat dipertanggungjawabkan tersangka. Tapi pastinya kita tunggu BPKP,” katanya.

‎Boby Sirait mengatakan Amir Hakim ditetapkan sebagai terdakwa dalam dua sprindik, yakni Sprindik Kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/08/2017 tertanggal 14 Agustus 2017.

Kemudian, Sprindik kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01a/N.2.23/Fd.1/10/2017 tertanggal 02 Oktober 2017 dan Surat Penetapan Tersangka nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/02/2018 tertanggal 05 Februri 2018.”Penyidikan dilakukan untuk penetapan tersangka dengan kurun waktu sepanjang tahun 2017,” ucap Boby Sirait. (mc/abg)