Kejati Sumut Tahan Dua Tersangka Korupsi Pengerjaan Runway Bandara di Nias

Berita Medan, makobar – Penyidik Pidana Khusus Kejati Sumatera Utara menahan dua orang tersangka kasus korupsi pengerjaan runway, taxiway dan apron di Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan, Selasa (8/10/2019).

Dalam proyek yang menggunakan dana APBN TA 2016 sebesar Rp27 Miliar itu, kerugian negara mencapai Rp14,7 miliar

Adapun kedua tersangka yakni AH selaku Direktur 2 PT Mitra Agung Indonesia sebagai rekanan proyek dan Direktur PT Harawana, DJN bertindak sebagai konsultan proyek.

“Keduanya ditetapkan penyidik sebagai tersangka pada 16 Juli 2019. Hari ini keduanya diperiksa sebagai tersangka dan penyidik berkesimpulan untuk melakukan penahanan selama 20 hari ke depan di Rutan Tanjung Gusta Medan,” ucap Kasi Penkum Kejati Sumut Sumanggar Siagian.

Baca Juga :  Warga Titi Rante Ditangkap Tim Pegasus Medan Baru

Sumanggar menjelaskan dalam kasus ini penyidik menemukan penyimpangan dalam penggunaan uang negara.

Baca Juga :  Pelajar SMP Dibawa Arus Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Dimana pada saat itu, UPBU Lasondre Kecamatan Pulau-Pulau Batu Kabupaten Nias Selatan mengadakan kegiatan Pekerjaan Peningkatan PCN (Pavement Classification Number) Runway, Taxiway, Apron dengan AC-Hotmix termasuk marking volume 45.608 meter persegi yang semula pagu anggarannya adalah sebesar Rp27 M yang bersumber dari APBN Kemenhub RI.

Setelah melalui tahapan proses pelelangan, Pokja ULP menetapkan pemenang lelang yaitu PT Mitra Agung Indonesia dengan AH selaku Direktur II.

Penandatanganan kontrak dilaksanakan 9 Feb 2016 oleh PPK dengan nilai kontrak Rp26.900.900.000. Untuk pengawasan pekerjaan dilakukan oleh PT Harawana Consultant dengan direktur DCN.

Pembayaran telah dilakukan hingga termin IV mencapai 80 persen senilai Rp19.847.973.127,27.

Baca Juga :  Pelajar SMP Dibawa Arus Sungai Ditemukan Sudah Meninggal Dunia

Namun kelengkapan dokumen setiap termin tidak dilengkapi pada waktu pengajuan pencairan dana termyn I sampai termyn IV. Sementara kemajuan hasil pekerjaan hanya mencapai 43,80 persen.

Setelah dilakukan pemeriksaan oleh tim ahli Teknik Sipil dari Fakultas Teknik Universitas Bengkulu ditemukan bahwa volume pekerjaan yang terpasang hanya 20 persen dan tidak sesuai dengan yang dilaporkan PT Harawana Consultant.

Baca Juga :  Kapolda Sumut Kasih SIM Gratis Bagi Belasan Mahasiswa yang Bertanya pada Kuliah Umum di UMSU

“Selanjutnya, dari hasil pemeriksaan fisik tersebut dilakukan perhitungan kerugian keuangan negara oleh auditor dari Kantor Akuntan Publik Pupung Heru menerangkan bahwa kerugian negara dalam kegiatan itu sebesar Rp14.7 miliar,” beber Sumanggar.

Sumanggar menegaskan, dalam kasus ini penyidik juga akan menetapkan tersangka lainnya. Namun dia belum merinci siapa tersangka lain itu.

Baca Juga :  Di Sumut 189 Anak jadi Korban Kekerasan

“Pasti ada tersangka lain, nanti waktunya akan kita umumkan,” pungkasnya. (mc/mas)

Artikel Terkait

Senin Pagi, Kurs Rupiah Spot Kembali Menguat 0,56%

makobar.com - Pada hari ini Kamis (4/6). Pukul 10.05 WIB rupiah spot di kurs tengah Bank Indonesia (BI) kembali menguat. Kurs rupiah...

Nekat Simpan Sabu, Dua Bandit Ini Digiring ke Sel

makobar.com - Polres Labuhanbatu berhasil mengamankan dua tersangka narkotika jenis sabu, yang diduga sebagai penjual dengan menyita barang bukti dari dua lokasi...

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp17.000 Per Gram

makobar.com - Pada hari ini, Kamis (4/6) Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) turun lagi...

IHSG Menguat 64,16 Poin ke Level 5.004,47

makobar.com - Pagi ini Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka menguat pada awal perdagangan hari ini, Kamis (4/6). Pukul 09.03 WIB, IHSG...

Polisi Tembak Mati Bandar Narkoba dan Sita 1 Kg Sabu

makobar.com - Polisi menangkap bandar narkoba jenis sabu-sabu ditembak mati karena melakukan perlawanan ketika akan ditangkap.Personil Polsek Patumbak bersama Sat Narkoba Polrestabes...

Ikuti Artikel Terbaru Kami Melalui Email