Home / News

Sabtu, 30 Januari 2021 - 14:54 WIB

Keahlian dan Kecepatan dengan Helikopter Chinook Kirim Bantuan Korban Gempa Sulbar

Keahlian dan Kecepatan dengan Helikopter Chinook Kirim Bantuan Korban Gempa Sulbar

Keahlian dan Kecepatan dengan Helikopter Chinook Kirim Bantuan Korban Gempa Sulbar

makobar.com – Pengiriman bantuan logistik membutuhkan efisiensi waktu, khususnya untuk mencapai daerah terisolir. Ini ditunjukkan dengan penggunaan helikopter Chinook yang dioperasikan BNPB dalam pengiriman bantuan ke Desa Kalobang dan Lemo-Lemo di Sulawesi Barat (Sulbar).

Keahlian pilot yang handal menjadi salah satu penentu keberhasilan operasi udara dengan teknik _precision long line_ atau _sling load_ ini. Teknik ini menggantungkan barang bantuan dengan tali yang tepat di bawah badan helikopter. Helikopter ini mampu mengangkut muatan hingga berat 4.000 ton. Selain faktor berat muatan, pilot juga harus memperhitungkan kecepatan angin dan cuaca sepanjang rute tujuan. Cuaca di wilayah Sulawesi Barat sangat cepat berubah sehingga pilot membutuhkan presisi data terkait kondisi tersebut.

Di samping itu, teknik sling load digunakan helikopter untuk operasi pada area yang dapat dikategorikan berisiko tinggi. Hal tersebut disampaikan instruktur precision long line Ariel Arief Machmud, yang membantu dalam koordinasi operasi udara helikopter Chinook BNPB.

“Karena pilot yang sewajarnya terbang melihat ke depan, sedangkan dengan teknik ini mau tidak mau harus lihat ke bawah. Sebuah persepsi teknik terbang yang di luar kelaziman pada umumnya pilot pesawat maupun heli manapun,” ujar Ariel melalui pesan digital, pada Sabtu (30/1).

Persiapan pengiriman bantuan logistik dengan teknik ini berbeda dibandingkan dengan memasukkan barang bantuan ke dalam badan helikopter.

Baca Juga  Dua Desa Terdampak Gempa Sulbar Terima Tambahan Bantuan Gunakan Heli Chinook BNPB

Pada pengiriman dengan teknik precision long line, terlebih dahulu barang-barang bantuan diletakkan pada alas jaring berbobot 200 kg. Alas jaring kemudian ditutup dengan jaring lainnya untuk saling terikat. Setelah itu pengait dipasangkan tepat di tengah diameter muatan.

Tak hanya kehandalan pilot, kecepatan personel di darat juga berperan dalam operasi pengiriman bantuan melalui udara ini. Personel Satuan Tugas (Satgas) TNI AU dengan cepat mempelajari teknik merajut jaring dan melepas pengait tali sling load dengan cepat dan tepat. Sebelum dropping bantuan ini, sebanyak tiga personel telah siap terlebih dahulu di titik pendaratan barang bantuan.

Saat bantuan menyentuh tanah, tiga personel ini dengan sigap melepaskan pengait. Sejumlah warga sudah siap membantu untuk mengeluarkan barang muatan dari jaring. Setelah selesai, jaring pun dikaitkan kembali ke pengait tali yang dibawa helikopter.

Hari Jumat lalu (29/1), helikopter bermesin ganda ini berhasil mendaratkan bantuan dengan berat total 8 ton di dua desa terdampak gempa M6,2. Kedua desa, Desa Kalobang dan Lemo-lemo, merupakan desa terisolir yang berada di Kecamatan Ulumanda, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat (Sulbar). Pada pengiriman kedua, helikopter Chinook tak perlu mendarat. Tali pengait diterima oleh personel darat untuk memasangkan antar pengait tali dengan pengait muatan. Dengan cepat barang bantuan terangkat dan sekejap meninggalkan lokasi Bandar Udara Tampa Padang.

Baca Juga  Ribuan Lumba-Lumba Terlihat di Perairan Pantai Barat Tapanuli Selatan, Satu Ekor Mati Terdampar

Sebelum beroperasi di Mamuju pada Jumat kemarin, helikopter ini mengudara dari Kendari, Sulawesi Tenggara. Chinook mengambil bantuan logistik dari sana dan harus melalui perjalanan yang berat dari Kendari menuju Mamuju. Ariel menceritakan kru helikopter menembus medan berat.

“Ini perjuangan yang harus kami lalui menembus medan Kendari menuju Mamuju lalu kembali ke Makassar,” ujar Ariel.

Saat itu, helikopternya harus melalui cuaca buruk. Risiko yang dapat dihadapi apabila menghadapi cuaca buruk, Ariel mengatakan “Jarak pandang, rintangan, seperti gunung, bangunan tinggi, tiang dan kabel listrik, antena BTS.”

Helikopter Chinook bertipe CH47D dan berkode Reg. N303AJ telah berperan dalam misi penanggulangan bencana di Tanah Air. Chinook merupakan helikopter berbadan besar dengan bobot kosong mencapai 10.185 kg. Nama helikopter yang diambil dari nama suku Indian ‘Chinook’ dikembangkan Amerika Serikat sejak 1957.

Sabtu ini (30/1), Chinook diagendakan untuk melakukan pengiriman bantuan logistik dengan teknik yang sama menuju Desa Panggalo, Kecamatan Ulumanda, dan Desa Pangasaan, Kecamatan Tapalang Barat, di wilayah Sulawesi Barat. (mc/yud)

Share :

Baca Juga

News

Bawaslu Medan Tertibkan 969 Alat Peraga Sosialisasi
Kadis BMBK Sumut Jadi Tersangka Korupsi Jalan dan Jembatan Binjai

Hukum

Kadis BMBK Sumut Jadi Tersangka Korupsi Jalan dan Jembatan Binjai
Warga bisa ikuti seleksi menjadi komponen cadangan tni (foto:ilustrasi)

News

Jokowi Sahkan PP Pasukan Cadangan TNI Untuk Pertahanan Indonesia
Komjen pol agus andrianto

News

Ini Profil Komjen Agus Andrianto, Kandidat Kapolri Yang Santer Namanya
TKI Batubara

News

Polisi Gagalkan 31 TKI yang Hendak ke Malaysia
Inalum Catat Kinerja Positif Produksi Aluminium Sepanjang 2020

Ekonomi

Inalum Catat Kinerja Positif Produksi Aluminium Sepanjang 2020
Harga Emas Antam Stabil

Ekonomi

Harga Emas Antam Stagnan di Perdagangan Jumat (28/5/2021)
Kapolres Sibolga AKBP Taryono saat memberikan bantuan kursi roda kepada penderita lumpuh

News

Sambut HUT Indonesia, Kapolres Taryono Berbagi Kepada Sesama