JAKARTA,25/04-BASIS DATA PAJAK. Wajib pajak sedang melakukan pelaporan pajak di Kantor Pelayanan Pajak [KPP] Jakarta Timur, Selasa (25/04). Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pajak (Ditjen Pajak), jumlah wajib pajak (WP) yang melaporkan SPT tahun pajak 2016 hingga Jumat (21/4) sebanyak 10,58 juta WP. "Realisasi pelaporan SPT itu naik 4,56% dibanding periode sama di tahun lalu," tandas Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Pajak Ditjen Pajak Yon Arsal. Dari total SPT yang masuk hingga 21 April 2017, sebanyak 9,3 juta berasal dari WP orang perorangan karyawan. Angka itu naik 2,19% dari pelaporan di tahun 2016, sebanyak 9,1 juta WP. Sedang SPT dari WP perorangan non karyawan mencapai 926.000, naik 31,34% dibanding 21 April 2016. Sisanya, sebanyak 305.000 dari WP badan, naik 27% dari 21 April 2016. KONTAN/Fransiskus Simbolon/25/04/2017

Berita Medan – Beberapa grup WhatsApp kemarin membagikan sebuah foto yang tiba-tiba saja menjadi viral. Dalam foto tersebut terlihat, sejumlah orang menggunakan kaos berlogo Optimalisasi Door to Door Kepatuhan Pajak eperti preman aja.

Di mana Kabarnya foto ini diambil di Medan Sumatera Utara. Beberapa orang tersebut terlihat memasuki sebuah kios barber shop.

Sekilas aktivitas tersebut tampak seperti sebuah sosialisasi terhadap kepatuhan pengusaha dalam membayar pajaknya. Namun sejauh ini pihak Direktorat Jendral Pajak (DJP) belum memberikan klarifikasinya.

“Belum bisa komentar nanti di cek dulu deh,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat (P2 Humas) DJP Kemkeu Hestu Yoga Saksama, di Menteng Jakarta Pusat, Kamis (13/9).

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Potensi, Kepatuhan dan Penerimaan Ditjen Pajak Yon Arsal. Ia menyebut bahwa sejauh ini dirinya tidak mengetahui perihal aktivitas tersebut. Ia juga mengatakan bahwa sejauh ini DJP belum memiliki program sosialisasi nasional.

“Itu kayaknya program biasa deh. Saya sih cuma lihat itu ada di Medan, itu kayaknya enggak ada apa-apa sih dan kita enggak ada program baru. Mungkin sosialisasi,” ungkapnya.

Lebih lanjut Yon menyebut bahwa sejauh ini program door to door tidak ada. Kalaupun ada, sebelumnya pernah dilakukan pada tahun 2011 yakni program Sensus Pajak Nasional (SPN).

“Di kita tuh tidak ada program door to door, itu paling adanya pas tahun 2011 pas Sensus Pajak Nasional (SPN) dan itu namanya bukan door to door. Seingat saya kita punya program wajib pajak (SPN) nasional itu yang seingat saya kita mendatangi wajib pajak. Tapikan itu sosialisasi nasional dan semua orang tahu,” ujarnya.

Diketahui, hari ini, tepat tanggal 13 September 2018 merupakan hari pertama pemberlakukan perubahan tarif PPh pasal 22 Impor atas sejumlah item barang resmi berlaku. Kebijakan ini diatur dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) 110 Nomor 2018 yang diumumkan oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 5 September 2018 lalu. Namun hal ini jelas tidak berkaitan dengan sosialisasi pajak door to door.