Kasus Kredit Fiktif Eks KCP Bank Sumut Dituntut 1,5 Tahun Penjara

Medan, makobar.com – Mantan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Sumut Tanjung Morawa, Hasbunan Marsaf Harahap dituntut 1,5 tahun penjara oleh jaksa dari Kejari Deliserdang di ruang Cakra 3 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (15/11/2019).

Selain Hasbunan, jaksa juga membacakan tuntutannya terhadap Awaluddin Siregar selaku Pemimpin Seksi Pemasaran KCP Bank Sumut Tanjung Morawa.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili dan memeriksa perkara ini supaya menghukum kedua terdakwa masing-masing dengan pidana penjara selama 1 tahun dan 6 bulan denda Rp50 juta subsider 6 bulan kurungan,” kata Jaksa Penuntut Umum (JPU) Guntur Samosir di depan Ketua Majelis Hakim, Sri Wahyuni Batubara.

Jaksa menilai, perbuatan kedua terdakwa terbukti bersalah melanggar Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan UU No. 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Baca Juga :  Kecelakaan, 530 Penumpang Selamat dan Sudah Dievakuasi
Baca Juga :  Mengaku Polisi, Dua Perampok Truk Ditangkap Personel Jatanras Polda

Sementara itu, dalam pembelaannya (pledoi), kedua terdakwa kompak memohon kepada majelis hakim agar meringankan hukuman mereka.

“Mohon ringankan hukuman kami yang majelis. Kami merupakan tulang punggung keluarga,” tukas kedua terdakwa.

Menanggapi pembelaan kedua terdakwa, jaksa menegaskan tetap pada tuntutannya. Hingga akhirnya majelis hakim menutup persidangan dan melanjutkannya pekan depan dengan agenda putusan.

Untuk diketahui, seperti dikutip dari dakwaan jaksa dijelaskan, kasus kredit fiktif ini bermula pada tahun 2013 lalu Kantor Cabang Pembantu (KCP) menyalurkan kredit KPR rumah pada 7 debitur dan merupakan rekanan seorang bernama Chee Yu yang masih buron dengan jumlah sebesar Rp2,8 miliar dengan flafon kredit masing-masing Rp400 juta per orang.

Baca Juga :  Pasca-operasi, Kondisi Ketua Pengadilan Negeri Baubau Membaik

Pemberian kredit kepada debitur telah melanggar ketentuan kredit di Bank Sumut karena diberikan tanpa agunan. Pada saat kredit diajukan pada pihak bank oleh Chee Yu melampirkan agunan 7 ruko termasuk salah satunya surat agunan ruko yang sudah dimasukkan ke Bank Syariah Tebingtinggi.

Baca Juga :  Pegasus Patumbak Tembak Perampok Fly Over Amplas

Supaya kredit ini cair, diberikanlah jaminan yang sudah dijaminkan pada bank lain dan kredit itu diberikan kepada 7 debitur namun seluruh uang mengarah kepada Chee Yu karena debitur lain adalah orang-orangnya Chee Yu supaya bisa dicairkan.

Untuk mengungkap kasus dugaan korupsi kredit fiktif itu, Kejari Deliserdang memeriksa 16 saksi diantaranya dari Bank Sumut, debitur dan notaris. (mc/mas)

Artikel Terkait

Faktor Pendongkrak IHSG Menguat Tipis di Pasar Spot

makobar.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhir pekan ini Jumat (26/6) berhasil ditutup menguat tipis. Penguatan IHSG menurut Analis Indo Premier...

Akhir Pekan, Harga emas Antam Naik Rp2.000 Per Gram

makobar.com - Pada hari Sabtu (27/6/2020) Harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) naik.Berdasarkan situs Logam...

Pembobol Toko Emas di Taput Diciduk Polisi, Dua Masih DPO

makobar.com - Polres Tapanuli Utara (Taput) menangkap pencuri emas di Desa Sibingke, Kecamatan Pangaribuan. Bersama dengan itu polisi juga menangkap pelaku yang...

Film True Grit: Hailee Steinfeld Melihat Ayahnya Tewas Mengenaskan

makobar.com - Film True Grit, sebuah karya sutradara serta penulis Ethan Coen dan Joel Coen ini dijadwalkan akan tayang malam ini di...

Ketua IPEMI Medan Serahkan Bantuan untuk Tim Medis RS Royal Prima

makobar.com - Dalam rangka ikut berpartisipasi pada proses antisipasi dan penanganan pandemi virus corona, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Medan memberikan bantuan...

Ikuti Artikel Terbaru Kami Melalui Email