Bupati Cirebon ditahan KPK
Bupati Cirebon Sunjaya Purwadi Sastra menjawab pertanyaan awak media saat keluar dari gedung KPK pada Jumat dinihari, 26 Oktober 2018. Sunjaya resmi ditahan KPK setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) pada Rabu, 24 Oktober lalu di Cirebon, Jawa Barat. ANTARA

Nasional, makobar.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mendalami kasus suap terkait mutasi jabatan, proyek, perizinan, dan gratifikasi yang menyeret mantan Bupati Cirebon Sunjaya Purwadisastra.

Dilansir dari laman viva.co.id, Penyidik KPK hari ini memanggil Direktur Utama PT Milades Indah Mandiri, Muhammad Subhan.

Subhan yang juga Direktur PT Kreasindo Jaya Mahesa itu diperiksa dalam kapasitasnya sebagai saksi.

“Akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka SUN (Sunjaya Purwadisastra),” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah, saat dihubungi, Kamis, 27 Desember 2018.

Pemeriksaan Subhan terkait dugaan pemberian fee oleh Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto kepada Sunjaya melalui ajudan bupati berinisial DS sebesar Rp100 juta.

Fee tersebut atas mutasi dan pelantikan Gatot sebagai Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Cirebon.

KPK sendiri telah menangkap Bupati Sunjaya dalam sebuah Operasi Tangkap Tangan (OTT), dan menetapkannya sebagai tersangka pada 25 Oktober lalu.

Dalam kasus ini, KPK juga menetapkan Sekretaris Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Cirebon Gatot Rachmanto sebagai tersangka. (mc/min)