Berita Medan, makobar – Kapolsek Paronggil AKP Sayuti Malik, terbujur bersimbah darah, lantaran mendapatkan tikaman dari pelaku pembunuhan bernama Firhot Manahan Nababan (43) warga Dusun Sulfi Desa Lae Ambat, Kecamatan Silima Pungga Pungga Dairi, Rabu (24/10/2018) pukul 17.30 WIB.

Penikaman tersebut dilakukan oleh pelaku, saat dirinya akan diamankan petugas kepolisian, karena telah menggorok leher korbannya bernama Rimson Sitorus (46) sesama warga Dusun Lae Sulfi hingga kepalanya putus.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara (Sumut) Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan, akibatnya AKP Sayuti Malik harus diboyong ke rumah sakit. Kapolsek Paronggil ini mendapatkan luka tikaman dibagian dada kirinya.

Baca Juga: Ancam Mau Bom Presiden dan Gereja, Pasutri Ini Diseret Polisi ke Sel

“Benar, Kapolsek Paronggil telah ditikam oleh pelaku pembunuhan,” ungkapnya kepada wartawan.

Tatan menjelaskan, peristiwa ini bermula, ketika Firhot Nababan melakukan pembunuhan terhadap Rimson Sitorus lantaran dendam lama akibat permasalahan batas tanah pekarangan rumah pada tahun 2016, di mana permasalahan sudah diselesaikan secara kekeluargaan oleh Kepala Desa dan persaingan dagang.

Sehingga pada sekitar pukul 15.30 WIB pelaku mendatangi rumah korban yang saat itu dijamu oleh korban dan saksi Jesipen Sianturi serta Jesron Lumban Batu.

Saat itu korban bertanya kepada tersangka, apakah ada gas di warungnya, yang dijawab ada oleh tersangka. Kemudian korban menyuruh anaknya Irwanto Sitorus membeli gas LPG ke warung milik tersangka.

Akan tetapi, ketika posisi korban dan tersangka berhadap-hadapan, secara spontan tersangka langsung menikam leher korban di depan para saksi. Melihat kejadian tersebut saksi berupaya melerai, namun tersangka balik menyerang para saksi sehingga saksi menyelamatkan diri ke perladangan masyarakat, dan ke kediaman adik korban Arlen Sitorus sekaligus memberitahukan kejadian yang baru saja dilihatnya.

Mendapat kabar itu, adik korban, Arlen langsung bergegas ke rumah abangnya. Namun sebelum ia tiba, ia justru dikejar oleh tersangka yang saat itu membawa pisau panjang.

“Saat itu juga oleh Kepala Desa menelepon Personil Polsek untuk memberitahukan kejadian itu. Lalu sekitar pukul 17.30 WIB Kapolsek Parongil AKP Sayuti Malik berserta anggota tiba di TKP dan melihat tersangka di depan kediamannya masih memegang pisau panjang dan belati,” jelasnya.

Lebih lanjut, Tatan menerangkan, melihat itu, Kapolsek Parongil kemudian meminta Firhot untuk menyerahkan diri, namun tidak diindahkan.

Karenanya AKP Sayuti Malik lalu memberikan tembakan peringatan ke atas sebanyak satu kali, tetapi tersangka justru membalasnya dengan melemparkan pisau panjang.

Kemudian, tersangka pun maju mendekati, sehingga Kapolsek mundur dan terjatuh. Lalu disaat itu juga tersangka memanfaatkan waktu untuk menikam Kapolsek pada bagian dada sebelah kiri dan tangan kiri dengan pisau belati yang masih dipegangnya.

“Melihat Kapolsek Parongil sudah berlumuran darah, secara spontan masyarakat melakukan perlawanan terhadap tersangka sehingga dapat diamankan dan dilumpuhkan,” terangnya.

Selanjutnya, sambung Tatan, setelah tersangka dilumpuhkan, lersonil lalu mengamankan TKP dan menemukan tubuh korban Rimson Sitoris tergeletak di depan rumahnya dengan kondisi kepala sudah terputus. Dimana kepala korban ditemukan di samping rumah tersangka yang berjarak 40 meter dari posisi tubuh korban.

“Saat ini tersangka sudah diamankan. Sedangkan AKP Sayuti Malik dibawa berobat ke RSUD Sidikalang,” pungkasnya. (mc/min)