Berita Medan, makobar – Kapolda Sumut Irjen Pol Agus Andrianto menyempatkan diri untuk melihat kondisi anggotanya yang sekarang dirawat di RSU Bhayangkara Medan karena kecelakaan saat mengawal Kotak Suara.

Ia adalah Aiptu Martin Sembiring yang sehari-harinya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Tarutung Baru Kecamatan Psp Tenggara, Kota Padangsidimpuan.

Pascamelakukan paparan tangkapan narkotika di RSU Bhayangkara, orang nomor satu di Polda Sumut ini melihat kondisi Aiptu Martin Sembiring masih belum sadarkan diri.

“Anggota masih belum sadar dan ditemani sang istri diruangan ICU,”ujarnya.

Ia juga menyampaikan kepada istri Aiptu Martin untuk tetap sabar menjaga suaminya yang sedang koma.

“Dia ini seorang pahlawan yang rela menghabiskan tenaga untuk menjaga keamanan berlangsungnya pemilu dan agar kotak suara sampai pada tempatnya secara tepat waktu,”katanya.

Mengenai tentang perobatan, semua biaya ditanggung oleh pihak kepolisian dalam hal ini Polda Sumut. “Kita juga sudah menurunkan dokter-dokter yang ahli di bidangnya untuk menangani Aiptu Martin Sembiring,”akunya

Seperti diketahui, Aiptu Martin Sembiring (54) harus dilarikan ke rumah sakit Materna Medan untuk mendapatkan perawatan intensif.

Hal itu dikarenakan personel Polres Padangsidimpuan ini mengalami kecelakaan lalu lintas pada Minggu (21/4/2019).

Polisi yang seharinya bertugas sebagai Bhabinkamtibmas Desa Tarutung Baru Kecamatan Psp Tenggara, Kota Padangsidimpuan itu kritis tak sadarkan diri, usai sepeda motor yang dikendarainya disenggol oleh mobil yang melintas dari arah berlawanan di Jalan Umum HT Rijal Nurdin KM 7, Desa Purba Tua, Kecamatan Psp Tenggara, Kota Padangsidimpuan, Sabtu (20/4/2019) sekitar pukul 21.55 WIB.

“Pascajecelakaan, pengendara mobilnya melarikan diri. Saat ini masih kita lakukan lidik,”kata Kapolres Padangsidimpuan AKBP Hilman Wijaya, Minggu (21/4/2019).

Sebelum kecelakaan terjadi, kata Hilman, sekitar pukul 21.45 WIB, Aiptu Martin meminta izin istirahat dan pulang ke rumah kepada Koordinator pengamanan AKP CJ Panjaitan karena merasa pusing saat Rapat Pleno Terbuka perhitungan suara di Kantor Camat Psp Tenggara, Padangsidimpuan.

Aiptu Martin sendiri, sebagaimana yang diketahui telah bertugas melakukan pengamanan TPS pada 17 April dan pengawalan kotak suara pada 18 April lalu.

“Namun perjalanan ia diduga disenggol oleh mobil, sehingga sepeda motornya oleng ke kiri dan menyenggol seorang remaja bernama Ali Hamzah Sitompul (17). Aiptu Martin sendiri selanjutnya mengalami luka pada lutut, wajah, dan bengkak di kepala belakang, dan tak sadarkan diri,”terang Hilman.

Mengingat lukanya yang parah, sambung Hilman, pada pukul 01.15 WIB, korban pun dirujuk ke rumah sakit Materna Medan. Dari hasil pemeriksaan Rontgen diketahui bahwa ia telah mengalami pecah pembuluh darah.

Hilman menambahkan, angka kesadarannya saat ini hanya berada di angka 5, sedangkan kesadaran normal berada di angka 15. Dari pemeriksaan pula, diketahui terdapat pendarahan di otak bagian kiri dan kanannya.

“Hingga saat ini Aiptu Martin Sembiring belum sadar dan para dokter berusaha terus memberikan penanganan medis lebih lanjut,”akunya. (mc/fan)