Home / News

Senin, 24 Mei 2021 - 19:08 WIB

Jual Beli Vaksin di Sumut, HMI Desak Poldasu Ungkap SOP hingga Distribusi

Jual Beli Vaksin di Sumut, HMI Desak Poldasu Ungkap SOP hingga Distribusi

Jual Beli Vaksin di Sumut, HMI Desak Poldasu Ungkap SOP hingga Distribusi

makobar.com – Baru-baru ini dunia kesehatan di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) digegerkan dengan kasus jual beli vaksin sinovac yang melibatkan oknum dokter dan aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Kesehatan (Dinkes) Sumut. Tidak tanggung-tanggung, pengakuan dari salah seorang tersangka, SW (40), jumlah biaya vaksin per orang sebesar Rp 250.000.

Menanggapi hal itu, Ketua Umum Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (Badko HMI Sumut) M Alwi Hasbi Silalahi mendedak Polisi Daerah Sumut (Poldasu) untuk mengusut tuntas kasus memalukan itu. Ia mengatakan jangan ada pihak yang memanfaatkan situasi pandemi Covid-19 ini untuk keuntungan pribadi atau kelompok.

“Masyarakat saat ini sedang susah ekonominya, jangan ditambah lagi dengan jual-jual vaksin seperti itu. Jangan dimanfaatkan situasi ini untuk meraup keuntungan. Kami mendesak Poldasu untuk segera mengusut tuntas kasus ini, karena ini sangat memalukan kita dan menyengsarakan masyarakat,” kata Alwi kepada kepada awak media di Medan, Senin (24/05/2021).

Baca Juga  PWI Sumut Intensifkan Kerjasama PWI Pusat dan Dewan Pers

Katanya, Poldasu harus mengusut bagaimana Standar Operasional Prosedur (SOP) pelaksanaan vaksinasi di Sumut. Karena menurtnya, dengan mengetahui SOP tersebut, segala administrasi yang bersifat data dan isntruksi, Poldasu dapat lebih mudah mengusut kasus jual beli vaksin tersebut.

“Sebernarnya bagaimana SOP dari pelaksanaan vaksinasi di Sumut, itu yang harus diketahui. Karena degan begitu, lebih mudah untuk mengetahui dan mengusut tuntas kasus ini. Siapa saja oknum-oknum ASN yang terlibat, instruksinya dari siapa, prinsip-prinsipnya bagaimana, itu harus diusut dan harus kita ketahui,” sambungnya.

Selain itu, Hasbi juga meminta agar Poldasu menyelidiki kasus jual beli vaksin sinovac ini sampai ke Dinas Kesehatan. Karena ia menduga ada oknum-oknum Dinkes Sumut lain yang juga terlibat.

“Bagaimana sebenarnya vaksin ini bisa keluar dari Dinkes Sumut hingga terdistribusi sampai ke daerah-daerah itu juga perlu diusut. Mungkin juga ada oknum ASN Dinkes Sumut lainnya terlibat. Ini soal keselamatan nyawa dan kesehatan masyarakat Sumut, untuk itu Poldasu harus tangkap semua yang terlibat,” tegasnya.

Baca Juga  Kapolda Sumut Pastikan Keamanan Ibadah Paskah di Gereja Katedral

Sebelumnya, Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) menetapkan 4 orang sebagai tersangka dalam kasus dugaan jual beli vaksin Sinovac yang terjadi sejak April 2021. Keempatnya memiliki latar belakang profesi beragam. SW (40) merupakan agen properti, IW (45) seorang dokter di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, KS (47) seorang dokter di Dinas Kesehatan Sumut, dan SH merupakan aparatur sipil negara di Dinkes Sumut.

SW (40) merupakan agen properti, IW (45) seorang dokter di Rumah Tahanan Tanjung Gusta, KS (47) seorang dokter di Dinas Kesehatan Sumut, dan SH merupakan aparatur sipil negara di Dinkes Sumut.

Share :

Baca Juga

Tim Pelayanan Keliling Administrasi Kependudukan Dilepas

News

Tim Pelayanan Keliling Administrasi Kependudukan Dilepas
AKBP Nainggolan : Lokasi Judi Pancur Batu Sudah Kita Cek Tapi Kosong

Hukum

AKBP Nainggolan : Lokasi Judi Pancur Batu Sudah Kita Cek Tapi Kosong

Ekonomi

Kurs Rupiah Hari Ini Melemah 0,15%
Movie rich and famous

Entertainment

Sinopsis Rich and Famous Dijadwalkan Tayang di Bioskop Trans TV
Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi

News

Sepekan Polda Sumut Catat 2.343 Orang Jalani Swab Antigen 20 Diantaranya Positif
Warga mengamati Gunung Sinabung menyemburkan material vulkanik saat erupsi di Desa Sigarang garang, Karo, Sumatera Utara, Jumat (14/8/2020). ANTARA FOTO/Sastrawan Ginting/Lmo/nz /SASTRAWAN GINTING/ANTARA FOTO

News

Material Debu Vulkanik Gunung Sinabung capai 1.000 meter
Edy Rahmayadi Sambut Baik Kunjungan Imam Palestina Syech Mahmoud

News

Edy Rahmayadi Sambut Baik Kunjungan Imam Palestina Syech Mahmoud
Kamis (1/4/2021), Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp2.000 Per Gram