Home / News / sport

Kamis, 18 Maret 2021 - 21:22 WIB

Jelang PON Papua, Mental Atlet Jadi Perhatian Edy Rahmayadi

Jelang PON Papua, Mental Atlet Jadi Perhatian Edy Rahmayadi

Jelang PON Papua, Mental Atlet Jadi Perhatian Edy Rahmayadi

makobar.com – Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Edy Rahmayadi meminta Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumut terus mendorong mental para atlet menjelang Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Ini diperlukan karena saat ini Indonesia dilanda pandemi Covid-19, yang berdampak besar pada ekonomi dan sosial.

PON XX Papua sendiri dijadwalkan dilaksanakan pada 2-15 Oktober 2021 dan KONI telah mempersiapkan atlet-atletnya walau telescouting dan Pemusatan Latihan Daerah (Pelatda) sempat terkendala karena Covid-19. Bukan hanya itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut juga memiliki keterbatasan dalam hal anggaran untuk peningkatan prestasi atlet saat ini.

“Kondisinya seperti ini sekarang, tetapi bukan berarti kita itu menyerah. Tidak ada kata menyerah bagi para pejuang, para atlet-atlet ini adalah pejuang yang harus memiliki mental baja, tak kenal menyerah walau saat ini kondisi kita tidak seperti biasa,” kata Edy Rahmayadi, saat bertemu para mantan atlet berprestasi di Aula Tengku Rizal Nurdin, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 41, Medan, Kamis (18/3/2021).

Baca Juga  HOAKS BPJS Kesehatan Kasih Bantuan Rp 3,55 Juta Buat Pekerja

Ada sekitar 60 mantan atlet berprestasi Sumut yang hadir pada pertemuan ini, antara lain Josua Sinurat peraih enam medali emas PON cabang Gulat, Aprina Siahaan peraih empat medali emas cabang Senam, dan atlet berprestasi lainnya. Edy Rahmayadi meminta para mantan atlet berprestasi tersebut untuk ikut memberikan dorongan memperkuat mental para atlet Sumut yang akan berkompetisi di PON Papua.

“Mantan-mantan atlet ini sudah membuktikan mereka berhasil di masa-masanya, sekarang mereka perlu memberikan dorongan, perhatian lebih kepada adik-adik mereka agar atlet kita nanti bisa berprestasi seperti mereka di PON Papua,” tambah Edy Rahmayadi.

Ketua KONI Sumut John Ismadi Lubis menerangkan saat ini ada dua program yang dijalankan organisasi yang dia pimpinnya, yaitu jangka pendek untuk PON XX Papua dan jangka panjang untuk PON XXI Sumut-Aceh. Untuk jangka pendek program pelatihan atlet terus berjalan dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita terus berlatih dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat, kita sangat menjaga atlet atau tim kita terpapar Covid-19. Untuk jangka panjang kita sudah membuat program, di bulan Mei kita sudah harus selesai telescouting Cabor (cabang olahraga) perorangan untuk Pelatda, 2022 pelatda semua Cabor perorangan dan tahun 2023-2024 semua Cabor siap untuk berkompetisi,” kata John, usai acara.

Baca Juga  Masyarakat Desa Padang Bujur Tapsel, Siap Menangkan Pasangan Nomor 1 Yusuf-Robby

Pada pertemuan ini, salah satu yang banyak diminta para mantan atlet Sumut adalah fasilitas olahraga yang mumpuni di Sumut. Menurut mereka, saat ini atlet-atlet Sumut sulit berkembang karena keterbatasan sarana dan prasarana olahraga yang ada.

“Teman-teman mantan atlet memang banyak yang menuntut itu karena untuk beberapa Cabor kita harus berangkatkan atlet kita keluar kota karena di sini fasilitasnya tidak mencukupi, tetapi tentu sebentar lagi Sumut memiliki Sport Centre yang sangat lengkap dan berkelas internasional. Selain itu, kejuaraan-kejuaraan juga sangat berkurang di masa pandemi ini ,sehingga semakin sulit bagi kami melihat bibit-bibit baru atlet kita. Mudah-mudahan ke depannya semakin banyak kejuaraan semua Cabor di Sumut,” kata John.

(mc/yud)

Share :

Baca Juga

News

Perketat PPKM Mikro, Kapolda Sumut Perintahkan 6 Wilayah Zona Hijau

News

Geber Urban Tourism, P3KS dan Camat Susuri Sungai Babura
HRS ditahan foto sumber detiknews.com

Hukum

HRS Di Tahan Dengan Tangan Terikat

News

Polsek Patumbak Bagi Masker dan Imbau PPKM Mikro

News

Menanti Sigapiton Menjadi Desa Wisata
Walikota Medan Bersama Gubernur Jawa Barat Mengunjungi Rumah Tjong A Fie

News

Bobby Nasution Kenalkan Kawasan Kesawan City Walk dengan Ridwan Kamil
Ricky Subagja mengatakan bahwa pihaknya telah meminta bantuan kepada Kedutaan Besar RI (KBRI) di Inggris setelah tim Merah Putih diharuskan mundur dari All England 2021.

News

KBRI Inggris Turun TanganTerkait Nasib Team All england Indonesia

News

KNPI Sumut, Banjir di Sumatera Utara Karena Kerusakan Lingkungan