Berita Medan – Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut terus menjaga komitmennya dalam mendorong dan memfasilitasi kemandirian ekonomi kaum perempuan muslimah.

Salah satunya dibuktikan dengan kesungguhan membina para anggotanya, baik pelaku ukm maupun para muslimah yang berminat menjadi pengusaha pemula.

Hal itu tergambar dari ratusan pengusaha anggota Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Sumut yang mengikuti kegiatan Bimbingan Teknis Bagi UMKM Pangan dalam rangka Intervensi Keamanan Pangan yang diselenggarakan PW IPEMI Sumut, bertempat di LJ Hotel, jalan Perintis Kemerdekaan Medan.

Kegiatan digelar menggandeng kerjasama dengan pihak Direktorat Pemberdayaan Masyarakatdan Pelaku Usaha Deputi Bidang Pengawasan Pangan Olahan Badan Pengawas Obat dan Makanan, yang menghadirkan para narasumber kompeten di bidangnya, yakni antara lain Diah Sulistiyo dari BPOM Jakarta dan Fajar Sidiq Siregar, Apt, dari BBPOM Medan.

Ketua IPEMI Sumut, Hj Yulidar Bugis, SE, dalam kesempatan itu mengemukakan, bahwa bimbingan teknis yang berlangsung selama satu hari itu penuh ditujukan bagi para anggota IPEMI Sumut khususnya pengusaha ukm bidang pangan, dengan harapan agar seluruh pengusaha IPEMI mengetahui dengan jelas kiat berusaha di bidang pangan serta memerhatikan dengan baik hal-hal terkait keamanan pangan yang diproduksinya.

Mengingat ketrampilan mengelola pangan menjadi produk makanan siap konsumsi dengan aspek keamanan pangan mutlak dikuasai agar mampu memberikan sajian yang lezat dan aman bagi para konsumen yang dituju.

“IPEMI Sumut terus berupaya untuk meningkatkan kemandirian dan ketrampilan para muslimah, baik yang telah memiliki usaha maupun yang masih dalam tahap ingin memiliki usaha. IPEMI tetap berkomitmen melakukan pendampingan dan memfasilitasi seluruh aspek pemberdayaan para pengusaha ukm muslimah. Sudah saatnya para muslimah mandiri secara ekonomi dan turut aktif membantu sektor finansial keluarga, sehingga tidak hanya mengandalkan suami dalam memenuhi kebutuhan keluarga yang semakin meningkat. Dengan catatan tetap konsen terhadap tugas-tugasnya selaku seorang istri dan ibu,” kata Yulidar di sela-sela kegiatan.

Dalam sambutannya pada pembukaan acara tersebut, Hj Yulidar Bugis, SE, menekankan pentingnya bagi para anggota IPEMI Sumut untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mengingat tantangan yang semakin kompetitif di dunia usaha, yang harus memerhatikan kualitas produk yang dihasilkan sehingga layak konsumsi dan juga mampu menerobos pasar internasional.

“Saya berharap agar kegiatan Bimbingan Teknis ini mampu memberikan tambahan ilmu dan manfaat bagi seluruh anggota IPEMI Sumut yang mengikutinya, sehingga mendapatkan bekal yang lebih banyak dalam menyempurnakan hasil produksinya serta mengembangkan usaha yang telah dimiliki,” ujar Yulidar.

Ia juga mengimbau agar para pelaku usaha yang bernaung di bawah organisasi yang dipimpinnya dapat melengkapi seluruh persyaratan yang diperlukan dalam kelengkapan usaha, seperti izin usaha dan hal-hal terkait lainnya.

Ia juga berharap agar pihak pemerintah dapat membantu para anggota IPEMI Sumut dalam merealisasikan kelengkapan izin usaha yang harus dimiliki, sebagai bagian dari sinergi positif yang telah dijalin selama ini. Dengan demikian, akan tercapai kenyamanan dan kelancaran bagi para anggota IPEMI Sumut dalam mengembangkan usaha ke depan.

Para narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut menyajikan informasi seputar cara produksi pangan yang baik untuk industri rumah tangga sebagaimana yang telah dicantumkan kriteria dan persyaratannya di dalam Peraturan Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia No HK 03.1.2304.12.2206 tahun 2012.

Ratusan pengusaha anggota IPEMI Sumut yang hadir dalam acara itu mengikuti dengan antusias seluruh rangkaian kegiatan dan paparan para narasumber. Beberapa pengusaha yang ditemui mengaku bahwa kegiatan itu sangat penting bagi mereka dan dibutuhkan untuk memperbaiki kekurangan yang ada dalam produksi hasil usaha yang telah dilakukan selama ini, sehingga memenuhi standar gizi dan keamanan pangan.

Sebelumnya, IPEMI Sumut telah menyertakan beberapa orang perwakilannya dalam Training of Trainer (TOT) Keamanan Pangan bagi anggota IPEMI seluruh Indonesia yang berlangsung di Jakarta, pada bulan yang sama.