Home / News

Jumat, 31 Juli 2020 - 13:45 WIB

Inilah Predator Sex Fetish yang Bungkus Korbannya dengan Kain Jarik

makobar.com – Inilah sang predator sex yang memiliki fetish membungkus korbannya dengan kain jarik tengah menghebohkan media sosial. Kisah ini bermula dari thread yang dituliskan oleh seorang pria bernama M Fikri Sunandar dengan akun Twitter @m_fikris.

“Predator “Fetish Kain Jarik” Berkedok Riset Akdemik dari Mahasiswa PTN di SBY” tajuk thread yang ditulis oleh Fikri.

Pelecehan seksual ini bermula dari perkenalannya dengan seorang mahasiswa bernama Gilang yang mengaku dirinya berkuliah di Unair dan merupakan angkatan 2015.

Sementara itu, Fikri berkuliah di PTN lain. Gilang awalnya mengirimkan DM kepada Fikri untuk meminta kesediaannya membantu riset proyek Gilang.

Riset Gilang itu seputar “bungkus-membungkus”. Ketika Fikri menanyakan lebih detailnya, Gilang berkelit dan beralasan bahwa nanti Fikri akan mengerti maksudnya.

Gilang hanya menegaskan “bungkus-membungkus” ini tidak berkaitan dengan pengafanan jenazah, tapi lebih ke arah terapi. Menurutnya, sifat asli seseorang akan terbuka jika dibungkus dari ujung kepala hingga ujung kaki.

Oh iya ini fotonya dia waktu di Unair. Untuk pihak @Unair_Official dan @BEMFIBUA ada orang mengaku sebagai mahasiswa anda dan telah melakukan pelecehan seksual kepada saya dan beberapa orang (nanti saya kasih bukti). Jika benar, mohon untuk ditindaklanjuti. pic.twitter.com/nhmxrVCyre

“Sifat aslimu akan terungkap. Kamu akan bersikap jujur dan apa adanya. Kamu memang gugup, tapi kamu nggak ada pilihan lain selain tenang” demikian potongan percakapan Gilang dan Fikri.

Gilang mengaku tengah membuat tulisan bergenre psikologi-thriller. Dia hendak mengamati bagaimana reaksi partisipan riset saat dibungkus. Bagaimana reaksi natural dan emosional yang muncul. Semua ini akan menjadi bahan dalam tulisannya.

Karena gw sedikit takut ama penjelasan dia, gw nolak dong. Tp dia terus jelasin kalo ini tuh aman, ini tuh udah dicoba ke banyak orang (read:korban) dan selamat gitu-gitu lah. pic.twitter.com/l1k7PFOHaO

Tidak hanya dibungkus, Gilang juga meminta para peserta riset agar bersedia untuk dilakban di mata, mulut, dan badan. Fikri sempat menolak permintaan ini, tapi berhasil diyakinkan oleh Gilang yang mengklaim riset ini telah dilakukan banyak orang sebelumnya dan aman-aman saja.

Gilang juga meminta belas kasihan Fikri karena dia saat ini sudah berada di semester akhir dan membutuhkan riset ini agar bisa segera lulus dari kampus.

Karena sedang wabah corona, Gilang menjalankan riset bungkus ini dari jarak jauh. Dia akan memberi instruksi kepada Fikri dan temannya. Namun, Gilang mewanti-wanti erang lain yang tidak terlibat.

Hingga akhirnya Fikri bersedia untuk dilakban tubuhnya dan dibungkus dengan menggunakan kain jarik. Setelah dibungkus, Fikri direkam dan dipotret oleh seorang temannya dan hasilnya dikirim kepada Gilang.

Ini video2nya. Itu temen gw yg ngevideo ngebantu gw atas suruhan si Gilang. Serem gilaa njirr, tau gini gak mau gw!! pic.twitter.com/psc5Neh1XM

“Bayangin dibungkus 3 jam, 3 jam!!. Gw bilang, gw marah ama dia dong ama temen gw (yg ngebungkus) di situ dia bilang pelukk dong (di sini gw sebenere udah gak enak bgt) tp katane bercanda yaa wes.” tulis Fikri.

Setelah itu, Gilang meminta Fikri gantian dengan temannya untuk dibungkus. Namun, sempat ada beberapa masalah kala itu. Mulai dari kesalahan pembungkusan hingga teman Fikri yang sesak.

Saat Fikri minta izin kepada Gilang agar temannya dilepaskan sementara, Gilang malah kesal. Dia mengancam penyakit vertigonya bisa kambuh jika ada masalah sepele seperti itu, dan bahkan bisa bunuh diri.

Habis itu dia nyuruh ngelakban seluruh badan. Selain itu, dia ngirim foto gw yang tadi (waktu mau dilakban) sambil bilang “Dek, siapanih ganteng”. Anjirt udah gak enak bgt gw. pic.twitter.com/3ZB3hPNLmc

Namun, Fikri menolak melanjutkan proses bungkus-membungkus tersebut karena temannya sudah tidak mau. Gilang terus menerus mendesak dengan alasan penyakitnya bisa kambuh jika tidak dituruti.

“Ini malah ngancem2 mau bundir, sakite kambuh, ngamuk2. Lagi pula temen gw sesak nafas (gak bisa lanjut).” lanjut Fikri.

Tp gw masih nolak lah, gw gak mau ngebungkus temen gw takutnya nanti ada apa2. Tp dia ngotot katane ini udah kesepakatan, trus bilang nanti dampake besar. Gw nanya dampak apa? Katane sikape bisa meledak, penyakit kambuh trus nuntut2 gw gitu terus. Wah gw marah dongg digituin. pic.twitter.com/NrAnI9ZMJc

Setelah permasalahan itu, keluarga Gilang mengunggah WhatsApp Story bahwa kondisi Gilang tidak stabil. Saat dikonfirmasi oleh Fikri, keluarganya menyalahkan Fikri sebagai penyebab Gilang menjadi tidak stabil emosinya.

“Gw gak homofobia, atau apa lah cuma gw yang straight di sini. Denger godaan2 gitu (ganteng, peluk) dri Gilang gw risih malah jijik. Jadi terlepas dari orientasi seksualnya yg gw benci adalah kelakuan dan sifatnya itu!!.”

Intine masih minta gw buat ngulang riset di sini biar dia tenang (palelo). Gw bales dong, apa yg gw rasain intine gw males, gw juga gak kenal dia, dan kalo ada penyakit yaa berobat dong jangan bertindak semena-mena. pic.twitter.com/I9OF6pM4jW

“Nah setelah gw ngobrol ama temen gw. Katane hal2 kek pocong (dibungkus jarik) itu adalah fetish/kink gitu lah. Gw dikasih link beritane, gw kirim ke gilang dong. Dan ampe gw nulis ini gak dibales.” tambah Fikri.

Berdasarkan hasil penelusuran Fikri, ternyata Gilang merupakan seorang biseksual. Dia rupanya selama ini sering mengincar mahasiswa baru untuk menjadi partisipan riset bungkus-membungkusnya.

Fikri lalu melampirkan sejumlah foto korban lainnya dari Gilang yang telah dibungkus dengan kain jarik.

Ini gambar2 gw dan korban lainnya yg ada di hp temen gw (kiriman dari dia). pic.twitter.com/CvUZ5IIEME

“Gw harap gw korban terakhir dri si Gilang ini. Dengan adane thread ini si Gilang tobat dan gak ngincer orang lain. Selain itu gw di sini gak ada niat menyudutkan suatu institusi mana pun.” tutup Fikri.

Share :

Baca Juga

Hukum

Polda Sumut Masih Hitung Kerugian Negara Terkait Dugaan Korupsi Dana CSR

News

Bawaslu Medan Minta KPU Maksimal Melakukan Coklit

News

Bawaslu Temukan Balon Kepala Daerah Langgar Protokol Kesehatan

News

Tiga Polisi Gadungan Ngaku Berpangkat AKBP Peras Anggota Dewan

News

Ombudsman : KDh banyak tak tau perannya dalam penyelenggaraan pelayanan publik

News

BAPERA Sumut Siap Menangkan Bobby Nasution dan Aulia Rahman

News

Panwascam Medan Area Sosialisasi Pengawasan Partisipatif Pilkada 2020

News

Plt Wali Kota Medan Terpapar Covid-19? Begini Kata Dinkes Sumut