Home / Internasional

Sabtu, 3 April 2021 - 06:16 WIB

Inilah Bukti Nyata Ancaman Invasi Taiwan oleh China

Parade tentara China dalam latihan perang

Parade tentara China dalam latihan perang

makobar.com – Laksamana Lee Hsi-ming, mantan kepala staf umum angkatan bersenjata Taiwan, mengatakan kepada Financial Times:

“(Serangan) terbaru ini lebih tentang pesan politik daripada tentang signifikansi operasional militer.”

“Terbang mengelilingi Taiwan bukanlah terobosan bagi mereka. Mereka mengoperasikan penerbangan melingkar dengan pembom H6 ketika saya masih di kantor. Saya yakin kali ini, mereka tidak punya cukup waktu untuk mempersiapkan diri.

Jadi untuk mengekspresikan tekad mereka terhadap AS, mereka terbang ke Pasifik barat tetapi tidak melakukan lingkaran penuh,” jelas Lee.

Namun, Su Tzu-yun, seorang analis di Institut Penelitian Pertahanan dan Keamanan Nasional, sebuah wadah pemikir yang didukung oleh kementerian pertahanan Taiwan mengatakan serangan terbaru adalah eskalasi.

Dia mengatakan kepada Financial Times: “Pesawat Y-8 dan Y-9 belum pernah melakukan ini sebelumnya. Kami akan melihat lebih banyak dari itu saat mereka mulai memperluas cakupan operasi reguler mereka dari barat daya Taiwan hingga tenggara.”

Express.co.uk memberitakan, aksi itu terjadi ketika Washington mulai bersiap dengan meningkatnya risiko perang atas Taiwan.

Baca Juga  Jepang Diguncang Gempa M 7 Berpotensi Tsunami

Para pejabat senior AS khawatir China akan merealisasikan gagasan untuk menguasai Taiwan, sebuah skenario yang hampir pasti akan menyeret Washington dan beberapa sekutunya untuk berhadap-hadapan dengan China.

Pada awal tahun, Presiden Xi Jinping memerintahkan pasukan Tentara Pembebasan Rakyat untuk bersiap menghadapi konflik “setiap saat”.

Anggaran belanja pertahanan China tahun ini juga akan naik 6,8%, sedikit lebih tinggi dari peningkatan tahun lalu.

Perdana Menteri China Li Keqiang mengatakan pendanaan tersebut akan memperkuat kekuatan China melalui reformasi, sains dan teknologi dan pelatihan personel yang cakap.

“Kami akan meningkatkan pelatihan dan kesiapsiagaan militer di semua bidang, membuat rencana keseluruhan untuk menanggapi risiko keamanan di semua area dan untuk semua situasi, dan meningkatkan kapasitas strategis militer untuk melindungi kedaulatan, keamanan dan kepentingan pembangunan negara kita,” kata Li.

Taiwan telah melaporkan bahwa China telah meningkatkan penempatan militer selama seminggu terakhir.

Hal ini semakin mendukung tren yang berkembang bahwa Beijing akan segera melakukan invasi ke pulau tersebut.

Baca Juga  12 Pesawat Tempur China Masuki Wilayah Pertahanan Taiwan

Melansir Express.co.id, baik Taiwan dan Jepang melaporkan peningkatan pasukan militer Beijing. Pemerintah China Xi Jinping menganggap Taiwan sebagai provinsi yang memisahkan diri dari daratan, dan telah mengancam aksi militer sejak awal tahun.

Pada hari Senin, Jepang dan Taiwan mengatakan ada serangan ke zona identifikasi pertahanan udara masing-masing.

Taipei mengatakan sepuluh pesawat militer China, termasuk pesawat tempur dan pesawat perang anti-kapal selam, telah terbang ke wilayah udaranya.

Sementara itu, Jepang mencatat pesawat ASW di dalam zonanya di timur Taiwan.

Jumat minggu lalu, terjadi serangan terbesar yang pernah terjadi ke zona pertahanan udara Taiwan, di mana terdapat 20 pesawat China termasuk pesawat pembom memasuki daerah tersebut.

Sejak musim panas lalu, Beijing telah melakukan penerbangan reguler di atas selat Taiwan dan Selat Bashi.

Express.co.uk yang melansir Financial Times melaporkan, China telah menargetkan wilayah tersebut karena sangat penting bagi pasukan untuk masuk ke perairan terbuka dan wilayah udara di Pasifik Barat.

 

Share :

Baca Juga

Foto: Pendemo kudeta milite Myanmar berdemo di depan Kantor Kedubes RI di Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Yangon, Myanmar. (AP Photo)

Internasional

Kedubes RI Didemo Warga Myanmar, Menlu Bertemu Pejabat Junta
Chord Gitar dan Lirik Lagu Unstoppable By Sia

Chord gitar

Chord Gitar dan Lirik Lagu Unstoppable By Sia
Beberapa orang dilaporkan tewas dan lebih dari 50 demonstran pro-demokrasi ditangkap oleh junta militer Myanmar pada Minggu, 28 Februari 2021. /Dok. Reuters

Internasional

Myanmar Mencekam 7 Demonstran Tewas Tertembak
Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford Inggris Siapkan Dana Rp 1,5 Triliun

Internasional

Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford Inggris Siapkan Dana Rp 1,5 Triliun

Internasional

6 Pengunjuk Rasa Tewas, Myanmar Mencekam!
ilustrasi 5 Peradaban Kuno dan Maju Hilang dan Hancurnya Misterius

Artikel

5 Peradaban Kuno dan Maju Hilang dan Hancurnya Misterius

Entertainment

Nekat Gali Terowongan Dibawah Kasur Demi Selingkuh Dengan Tetangga

Ekonomi

Saham Produk Prancis Anjlok Akibat Seruhan Boikot