Medan, makobar.com – Hingga Kamis (26/3/2020) jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) dalam kasus virus Corona (Covid-19) di Sumut sekitar pukul 17.00 WIB sudah mencapai 3.080 orang.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumatera yang juga Sekretaris Dinas Kesehatan Sumut dr Aris Yudhariansyah menyampaikan dibandingkan hari sebelumnya, Rabu (25/3/2020) telah terjadi peningkatan jumlah sebesar 35,8%. Dimana angka ODP sebelumnya masih sebanyak 1.976.

“Untuk sebaran ODP saat ini yang terbesar ada di Kabupaten Deliserdang kemudian disusul Kota Medan,” ungkapnya dalam konfrensi pers Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Provinsi Sumut.

Sementara itu, untuk jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) di Sumut jumlahnya juga terjadi peningkatan menjadi 71 orang yang tersebar di lima Kabupaten/Kota. Artinya kata dia, terjadi peningkatan 22,5% dari sebelumnya 55 orang.

Baca Juga :  Berikut 6 Cara Pencegahan Virus Corona

“Sedangkan untuk jumlah positif Covid-19 dari data yang kami terima masih sembilan orang,” jelasnya.

Lebih lanjut Aris menerangkan, dalam upaya pencegahan Covid-19, agar tetap melaksanakan sosial distancing yang saat ini diterjemahkan menajdi physical distancing. Yang artinya, imbuh dia, bukan hanya menjaga diri untuk tidak di luar rumah melainkan di dalam rumah juga tetap diterapkan.

Mana kala merasa tidak enak badan dengan gejala mirip influenca, sambungnya, maka diharapkan agar segera mengakses ke fasilitas kesehatan untuk bisa berkonsultasi. Selanjutnya menggunakan masker saat batuk atau tidak sehat, sehingga droplet tidak menyebar kemana-mana.

“Apabila sudah seperti ini adalah supaya dapat mengkarantina diri. Selain itu yakinkan kita untuk tidak akan menularkan ke orang lain,” terangnya.

Baca Juga :  PNS Bakal Diizinkan Kerja dari Rumah karena Corona

Menurut Aris, karantina diri menjadi sangat penting karena apabila Covid-19 menyerang usia muda yang kondisi fisiknya bagus dan status imunitasnya juga baik, mungkin tidak akan menimbulkan gejala atau hanya gejala ringan. Akan tetapi dia sebetulnya sudah menjadi pembawa virus. 

“Sehingga apabila tidak diisolasi bisa saja saudara kita, orangtua kita yang sudah sejak awal menderita penyakit kronis akan menajga kelompok yang sangat rentan terhadap infeksi virus corona,” ujarnya.

Namun begitu, Aris mengatakan, saat ini gugus tugas percepatan penanganan Covid-19 sudah mempersiapkan rumah sakit rujukan, dimana salah satunya adalah RS GL Tobing, kemudian Marta Friska, tempat isolasi di BP SDM Provinsi Sumut, Wisma Atlet Pancing dan beberapa Rumah Sakit lain.

Baca Juga :  Cegah Penyebaran Corona, Korut Ancam Tembak Warga China yang Langgar Perbatasan

Begitu juga, tutur dia, saat ini Gugus Tugas juga sudah menerima pengiriman barang-barang berupa alat bantu untuk menegakkan diagnosa penderita Covid-19. Antara lain 3.600 set alat periksa cepat (rapid test), 1.000 VTM yang digukan untuk pemeriksaan swab, serta 3 500 set APD yang akan segera di distribusikan ke Rumah Sakit yang merawat pasien Covid-19.

“Pemerintah pusat juga sudah membagi katagori prioritas yang akan mendapat rapid test ini, ialah mereka yang mendapatkan kontak erat dengan pasien terkonfirmasi Covid-19, serta tenaga medis yang melakukan pelayanan terkait virus corona, bahkan termasuk petugas front office juga menjadi prioritas,” pungkasnya. (mc/roe)