Home / News

Senin, 13 Juli 2020 - 23:17 WIB

Hutang Belum Lunas Rentenir “Raja Tega” Rampas Hasil Panen Petani

Nasib nahas dialami Sapri Edwin (36) dan keluarganya. Warga Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat itu harus kehilangan penghasilan akibat hasil panen kebunnya direbut paksa oleh rentenir. iNews TV/Enrico

Nasib nahas dialami Sapri Edwin (36) dan keluarganya. Warga Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat itu harus kehilangan penghasilan akibat hasil panen kebunnya direbut paksa oleh rentenir. iNews TV/Enrico

makobar.com – Hasil panen kebun Sapri Edwin (36) dan keluarganya. Warga Pekon Trimulyo, Kecamatan Gedung Surian, Kabupaten Lampung Barat direbut paksa oleh rentenir.

Bermula pada Bulan Februari 2019, Safri meminjam uang sebesar Rp70 juta kepada H. Pery (rentenir) untuk kebutuhan berkebun. Lalu H. Pery memenuhi permintaan Safri dengan agunan sertifikat rumah dan sertifikat kebun serta Bunga pinjaman sebesar 95 persen yakni Rp 65 juta.

Dilansir dari laman Sindonews, dalam kesepakatan pertama, Safri harus melunasi utang dan bunga pinjaman sebesar Rp 135 juta pada Juli 2019. Namun, pada tanggal tersebut Safri belum mampu membayar serta meminta perpanjangan waktu kepada H Pery.

Baca Juga  Label Palestina Terhapus dari Google Maps. Ada Apa Ya?

Pemberi utang pun memberi kelonggaran waktu dengan syarat membayar uang Rp 5 juta yang tidak termasuk kedalam cicilan utang.

Pada November 2019, Safri membayar hutang sebesar Rp70 juta kepada H. Pery. meski begitu, bunga pinjaman senilai Rp65 juta tersebut belum mampu dibayar.

Akibat pemberi utang tak menerima cicilan, Safri beserta keluarga berusaha mengumpulkan dana sebesar Rp 65 juta untuk membayar bunga pinjaman dengan mengandalkan hasil panen kopi yang dimiliki.

Ironisnya, buah biji kopi yang belum memasuki masa panen tersebut sudah di ambil paksa atau dipanen oleh oknum anggota Polres Lampung Barat yang tak lain merupakan anak dari H. Pery.

Baca Juga  TAJDID.ID Hadir untuk Memberi Pencerahan kepada Umat

Kini Safri dan keluarga hanya dapat meratapi nasib yang dialaminya. Menurut Safri, biji kopi yang dipanen paksa tersebut sebanyak 200 karung dengan bobot 4 Ton atau jika dirupiahkan setara dengan uang Rp 70 juta.

“Saya bingung mau gimana lagi, pak hajinya dicicil Rp30 juta dulu gak mau. Terpaksa saya nunggu panen kopi buat bayar lunas. Tapi belum waktunya panen, pak haji nyuruh anaknya yang bekerja sebagai anggota Polres Lampung Barat untuk memanen kopi saya sampe gak ada sisanya lagi,” tandas Safri. (mc/min)

Share :

Baca Juga

News

Bawaslu Temukan Balon Kepala Daerah Langgar Protokol Kesehatan

Hukum

Pelaku Perampokan Komisioner Panwaslu Belawan di Dor Polisi
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) berencana memberantas judi online

Hukum

Kominfo Butuh Anggaran 1 Triliun Untuk Berantas Judi Online?

News

Kapolda Turun Langsung dan Tegur Masyarakat yang Tidak Bermasker

News

Panwascam Medan Amplas Sosialisasi Pengawasan Partisipatif
Aksi Biadab Pria Ini Perkosa Remaja Saat Istri Melahirkan

Hukum

Aksi Biadab Pria Ini Perkosa Remaja Saat Istri Melahirkan

News

BAPERA Sumut Siap Menangkan Bobby Nasution dan Aulia Rahman

News

Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri Ditangkap Petugas Gabungan di Hotel Melati