Berita Medan, makobar.com – Terjalinnya kerjasama antara Universitas Sumatera Utara (USU) dengan Universitas Srinakharinwirot, Ongkharak, Thailand, yang ditandai dengan penandatanganan MoU (Memorandum of Understanding) pada awal 2018, memberikan peluang untuk terwujudnya beberapa kegiatan yang diharapkan mampu membawa kemajuan bagi USU, secara institusi maupun untuk para civitas akademikanya.

Salah satu tindak lanjutnya adalah dengan pengiriman salah seorang dosen USU dari Prodi Magister Ilmu Pangan, yang juga menjabat sebagai ketua program studi, Dr Ir Hotnida Sinaga, M Phil, untuk mengunjungi Universitas Srinakharinwirot, belum lama ini.

Hal tersebut disampaikan oleh Dr Ir Hotnida Sinaga, M Phil, kepada wartawan di ruang kerjanya. Ia diundang oleh Faculty of Agricultural Product Innovation and Technology (Fakultas Inovasi dan Teknologi Produk Hasil Pertanian) Universitas Srinakharinwirot, sebagai bagian dari kegiatan pertukaran mahasiswa dan staf fakultas untuk jangka pendek dan jangka panjang, yang merupakan salah satu butir kegiatan dari nota kesepahaman yang telah terjalin di antara kedua universitas tersebut.

Kepala Prodi Magister Ilmu Pangan USU tersebut diundang oleh pihak dekanat Universitas Srinakharinwirot melalui Ass Prof Arusa Chaovanakilit, Ph D, sebagai dosen tamu untuk memberikan kuliah bagi mahasiswa tingkat akhir program sarjana bidang pangan di universitas tersebut pada akhir Agustus 2018.

Pada kegiatan “Seminar for Senior Student” di Thailand tersebut, turut hadir sebagian mahasiswa dan staf dosen Prodi Magister Ilmu Pangan USU.

Baca Juga : MBG dan Tirtanadi Bangun Hubungan Silaturahmi dengan Gowes Bareng

Adapun topik dari materi kuliah yang diberikan adalah tentang Casein Micelles: Innovation in Science and Technology (Inovasi ilmu pengetahuan dan teknologi pada struktur molekul kasein; utamanya kasein dari susu sapi). Lebih lanjut ia menjelaskan, bahwa struktur alami kasein susu sapi sangat mudah rusak akibat pengaruh penambahan asam, basa ataupun perlakuan panas.

Berbagai upaya di bidang iptek telah banyak dilakukan untuk mengembalikan bentuk struktur kasein yang telah rusak tersebut.

Menurut Dr Hotnida, dalam kesempatan tatap muka tersebut, para mahasiswa tingkat akhir program sarjana bidang pangan Faculty of Agricultural Product Innovation and Technology (Fakultas Inovasi dan Teknologi Produk Hasil Pertanian), Universitas Srinakharinwirot yang berjumlah sekira 50 orang terlihat sangat bersemangat dan antusias mengikuti materi kuliah yang diberikan.

Kegiatan kuliah tamu tersebut sangat diharapkan kuliah tamu mampu menambah wawasan dan pengetahuan mereka mengenai perkembangan iptek terkini, khususnya terkait struktur kasein susu sapi. Ke depannya pihak Prodi Magister Ilmu Pangan USU menanti kunjungan balasan dari pihak Faculty of Agricultural Product Innovation and Technology Universitas Srinakharinwirot ke USU pada tahun 2019 mendatang.

Dengan demikian, diharapkan akan lahir ide-ide baru dari latar belakang ilmu yang sama, untuk dapat dikembangkan lebih jauh.

Jangka waktu berlakunya nota kesepahaman antara USU dengan Universitas Srinakharinwirot berlangsung selama tiga tahun sampai tahun 2021. Kolaborasi akademik dan kegiatan aktif antar keduanya yang akan dilaksanakan antara lain adalah ; kerjasama penelitian dan publikasi, pertukaran bahan-bahan akademik dan informasi lainnya yang terkait serta pertukaran mahasiswa dan staf fakultas untuk jangka pendek dan jangka panjang. (mc/min)