Berita Jakarta, makobar.com – Harga minyak menjelang akhir pekan ini masih merangkak naik setelah Rabu lalu menyentuh harga terendah sejak 8 Januari 2019.

Sementara Jumat (9/8) pukul 7.33 WIB, harga minyak west texas intermediate (WTI) untuk pengiriman September 2019 di New York Mercantile Exchange naik 0,46% ke US$ 52,78 per barel ketimbang hari sebelumnya.

Di mana harga minyak brent untuk pengiriman Oktober 2019 di ICE Futures pun hari ini menguat 0,40% ke US$ 56,61 per barel dari hari sebelumnya. Dalam dua hari terakhir, harga minyak WTI dan brent menguat masing-masing 3,31% dan 2,45%.

Pada Rabu (7/8), harga minyak menyentuh level terendah sejak 8 Januari 2019 akibat laporan persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) yang meningkat. Kekhawatiran perang dagang yang bisa menekan permintaan minyak global pun menjadi sentimen negatif pada pasar minyak mentah.

“Tapi, nilai tukar dolar AS yang melemah sedikit meredakan tekanan pada harga minyak,” kata Alfonso Esparza, analis senior Oanda.

Pernyataan Arab Saudi bahwa OPEC akan mengambi langkah untuk menahan kemerosotan harga minyak pun menjadi angin segar komoditas energi ini. “Retorika perang dagang masih akan mengiringi pasar, tapi komentar Saudi yang akan mengambil langkah tertentu akan menstabilkan harga,” imbuh Esparza.

Dia memperkirakan, OPEC+ akan sulit mencapai kesepakatan jika melihat sulitnya persetujuan pembatasan produksi sebelumnya. Tapi jika melihat potensi harga minyak merosot lebih dalam, kemungkinan tidak ada pilihan lain.