Home / Ekonomi / News

Senin, 2 Agustus 2021 - 08:14 WIB

Harga Minyak Mentah Turun di Tengah Kekhawatiran Ekonomi China

makobar.com – Pada perdagangan hari ini harga minyak mentah turun di tengah kekhawatiran atas ekonomi China.

Setelah survei menunjukkan aktivitas pabrik tumbuh pada laju paling lambat dalam 17 bulan.

Kekhawatiran ditambah dengan kenaikan produksi minyak dari produsen OPEC.

Senin (2/8) pukul 08.30 WIB, harga minyak mentah berjangka jenis Brent untuk kontrak pengiriman Oktober 2021 tergelincir 81 sen, atau 1%, menjadi US$ 74,60 per barel.

Sementara harga minyak mentah berjangka jenis West Texas Intermediate (WTI) untuk kontrak pengiriman September 2021 turun 69 sen, atau 0,9% ke level US$ 73,26 per barel.

“China memimpin pemulihan ekonomi di Asia dan jika kemunduran semakin dalam, kekhawatiran akan tumbuh bahwa prospek global akan mengalami penurunan yang signifikan,” jelas Edward Moya, analis senior di OANDA.

“Prospek permintaan minyak mentah sedang goyah dan itu mungkin tidak akan membaik sampai vaksinasi global membaik,” tambah Moya.

Baca Juga  4 Gerakan Sederhana Bantu Atasi Vertigo

Aktivitas pabrik China berkembang pada Juli pada laju paling lambat dalam hampir satu setengah tahun karena biaya bahan baku yang lebih tinggi.

Pemeliharaan peralatan dan cuaca ekstrem membebani aktivitas bisnis, menambah kekhawatiran tentang perlambatan ekonomi terbesar kedua di dunia itu.

Juga membebani harga minyak, berdasarkan survei Reuters, produksi minyak dari Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) naik pada Juli ke level tertinggi sejak April 2020.

Karena kelompok tersebut semakin mengurangi pembatasan produksi di bawah pakta dengan sekutu dan eksportir utamanya Saudi.

Arab Saudi juga secara bertahap menghentikan pengurangan pasokan sukarela.

Sementara kasus virus corona (Covid-19) terus meningkat secara global.

Analis mengatakan, tingkat vaksinasi yang lebih tinggi akan membatasi perlunya penguncian keras yang memusnahkan permintaan selama puncak pandemi tahun lalu.

Baca Juga  Akhirnya, Pelaku Pemukulan Perawat RS Siloam Dijemput Polisi

Di sisi lain, Amerika Serikat (AS) menegaskan tidak akan melakukan penguncian lagi untuk mengekang Covid-19 tetapi
“segalanya akan menjadi lebih buruk” karena varian Delta memicu lonjakan kasus.

Sebagian besar di antara pakar penyakit menular AS, Anthony Fauci bilang, lonjakan terbesar trejadi pada penduduk yang tidak divaksinasi.

Sementara itu, konsumsi bensin harian India melebihi tingkat pra-pandemi pada bulan lalu karena negara bagian melonggarkan penguncian Covid-19.

Namun, penjualan minyak gas rendah, menandakan aktivitas industri yang lemah pada bulan Juli.

Dalam berita lain, AS dan Inggris mengatakan pada hari Minggu bahwa mereka yakin Iran melakukan serangan.

Terhadap sebuah kapal tanker produk minyak yang dikelola Israel di lepas pantai Oman pada hari Kami.

Yang menewaskan seorang warga Inggris dan seorang Rumania, dan berjanji untuk bekerja dengan mitra untuk menanggapi.

Share :

Baca Juga

Daftar nama korban Sriwijaya air sj 182 yang berhasil diidentifikasi ( foto: ilustrasi)

News

Daftar Lengkap 47 Nama Korban Sriwijaya Air SJ 182 yang Diidentifikasi
tahun 2021

News

Tahun 2021 Bulan Mei Paling Banyak Tanggal Merah November Tidak Ada
Kamis (1/4/2021), Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp1.000 Per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Per Gram
pelatih inter milan Antonio Conte

Entertainment

Takluk Dari Juventus, Antonio Conte Bertikai Dengan Pemilik Juventus

News

Kasatlantas Polrestabes Medan Imbau Pengendara tidak Memotong Jalur
Smartfren Berikan Gratis Kuota Hingga 384 GB untuk Pengguna OPPO A15

News

Smartfren Berikan Gratis Kuota Hingga 384 GB untuk Pengguna OPPO A15

News

Kerang Rebus Menu Buka Puasa Tim Pewarta Polrestabes Medan