Arab Saudi dan Rusia Beri Sinyal Tambah Pasokan Harga Minyak Dunia Kembali Turun
Ilustrasi Minyak

Finance, makobar.com – Ditengah meningkatnya kekhawatiran terkait ketatnya pasokan global setelah Amerika Serikat (AS) mengumumkan larangan lebih lanjut terhadap ekspor minyak Iran.

Harga minyak dunia melonjak lebih dari 2% pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi WIB), mendekati level tertinggi enam bulan.

Dilansir dari laman matatelinga, Washington mengatakan akan menghapuskan semua keringanan yang memungkinkan delapan negara untuk membeli minyak Iran tanpa menghadapi sanksi-sanksi Amerika Serikat pada Mei.

Minyak mentah berjangka AS West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, naik USD1,70 atau 2,66% menjadi menetap pada USD65,70 per barel di New York Mercantile Exchange. Kontrak sempat mencapai USD65,92 per barel, tertinggi sejak 31 Oktober.

Sementara minyak mentah Brent untuk pengiriman Juni naik USD2,07 atau 2,88% menjadi ditutup pada USD74,04 per barel di London ICE Futures Exchange. Acuan global Brent menyentuh USD74,52 per barel, tingkat tertinggi sejak 1 November tahun lalu. Demikian seperti dilansir oleh wartawan, Jakarta, Selasa (23/4/2019).

Presiden AS Donald Trump telah memutuskan untuk tidak menerbitkan kembali keringanan sanksi-sanksi yang memungkinkan importir besar untuk terus membeli minyak Iran ketika mereka berakhir pada awal Mei, Gedung Putih mengatakan Senin (22/4/2019).

Pada November AS menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap ekspor minyak Iran tetapi memberikan keringanan kepada delapan pembeli utama Iran, yakni China, India, Jepang, Korea Selatan, Taiwan, Turki, Italia dan Yunani. Mereka diizinkan untuk terus melakukan pembelian terbatas selama enam bulan.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo menegaskan kembali bahwa sanksi-sanksi AS akan diberlakukan kembali pada semua negara yang mengimpor minyak dari Iran mulai 2 Mei. Tujuan Washington adalah menurunkan ekspor minyak Iran menjadi nol dan mengatakan tidak ada rencana untuk masa tenggang setelah 1 Mei.

Pejabat-pejabat AS sedang mencari cara untuk mencegah Iran menghindari sanksi-sanksi minyak, kata seorang pejabat senior pemerintahan.

Trump mengatakan Arab Saudi dan negara-negara OPEC lainnya bisa “lebih dari meningkatkan” pasokan untuk setiap penurunan pasokan minyak Iran.

Arab Saudi mengatakan akan berkoordinasi dengan produsen-produsen lain untuk memastikan pasokan minyak mentah yang memadai dan pasar yang seimbang.

“Secara umum, kami berharap Saudi meningkatkan produksi dalam kemungkinan membatasi kenaikan harga Brent ke sekitar wilayah USD75-USD76 diikuti oleh beberapa leveling melalui sebagian besar periode musim semi,” kata Presiden Ritterbusch and Associates, Jim Ritterbusch dalam sebuah catatan yang dikutip Reuters. (mc/min/mtz)