KARO – Memasuki musim penghujan April, harga Kopi di Kabupaten Karo melonjak drastis. Lonjakan harga diakibatkan gagal panen yang dialami petani.

Awal Januari lalu harga Kopi di pasaran hanya sekitar Rp23 ribu hingga Rp24 ribu per Kg. Tetapi, kemarin harga Kopi melonjak hingga Rp36 ribu per Kg. “Ahir bulan ini harga kopi naik terus,” kata Ginting, petani kopi, saat ditemui di ladangnya di Desa Lingga Julu, Kecamatan Simpang Empat.

Ginting mengatakan, sejak dua minggu lalu, harga Kopi terus merangkak naik. Puncaknya di minggu ketiga Maret kemarin, mampu menyentuh Rp36 ribu per Kg. “Ini harga Kopi yang paling mahal selama setahun,” lanjut Rian.

Lonjakan harga Kopi, tak lepas dari pasokannya yang seret. Sebab, banyak petani yang buah Kopinya kecil dan tidak berbuah, bahkan tidak bisa dipanen. Karenanya, jumlah pasokan Kopi di pasar jauh dari jumlah permintaan. Sehingga, harga langsung melonjak.

“Ini Kopi belum kering sudah dijual, mumpung harga bagus,” terangnya.

Kopi yang dikemas dalam karung besar ukuran 45 Kg dan satu karung berisi 50 Kg, langsung diambil para pengecer. “Permintaannya memang tinggi. Jadi cepat laku,” imbuhnya.