Home / Ekonomi

Minggu, 1 Agustus 2021 - 15:48 WIB

Harga Emas Bakal Tembus US$2.000 Per Ons Troi

Logam mulia.[net]

Logam mulia.[net]

makobar.com – Pada Kamis (29/7), mengumumkan menahan suku bunga acuan Fed Fund Rate tetap di kisaran 0%-0,25%.

Harga emas mulai bergerak naik setelah The Fed dalam rapat Federal Open Market Committee (FOMC).

Namun, analis mengatakan kenaikan harga emas saat ini berpotensi terkoreksi karena bayang kebijakan tapering off AS masih akan dilakukan.

Berdasarkan Bloomberg, di hari yang sama setelah The Fed mengumumkan keputusan tersebut, harga emas kontrak Desember 2021 di Commodity Exchange naik 1,73% ke US$ 1.835 per ons troi.

Sementara, Jumat (30/7), harga emas terkoreksi 0,20% ke US$ 1.831 per ons troi.

Analis Monex Investindo Futures Faisyal mengatakan harga emas menguat karena keputusan The Fed yang cenderung dovish membuat dollar AS melemah sehingga harga emas menguat.

Baca Juga  IHSG Berhasil Menguat 0,26% Sepekan Terakhir

“The Fed bukan hanya mempertahankan suku bunga tetapi lembaga tersebut juga tidak memberikan timeline yang pasti dalam mengurangi pembelian obligasi dan dikatakan masih jauh bagi The Fed untuk menaikkan suku bunga,” kata Faisyal akhir pekan lalu.

Selain itu harga emas naik didorong oleh permintaan yang juga naik sebagai aset safe haven.

Maklum, di berbagai negara maju kini jumlah kasus Covid-19 kembali naik.

Faisyal menilai koreksi harga emas di akhir pekan ini terjadi hanya sementara.

Hingga akhir tahun, Faisyal optimistis harga emas dalam tren naik. Sentimen positif yang menyelimuti emas juga datang dari data pertumbuhan ekonomi AS di kuartal II-2021 yang tumbuh 6,5% tidak setinggi seperti proyeksi pelaku pasar di 8,5%.

Baca Juga  IHSG Melemah 0,53% di Perdagangan Sore Ini

Selain itu, data pengangguran meningkat di 400.000 lebih tinggi dari proyeksi di 382.000.

“Data ekonomi AS yang tidak sesuai proyeksi menimbulkan keraguan pemulihan ekonomi AS, investor jadi kembali mencapai emas sebagai safe haven,” kata Faisyal.

Jika kondisi tersebut tidak berubah, Faisyal memproyeksikan harga emas berpotensi naik ke US$ 1.850, bahkan ke US$ 1.900 hingga US$ 2.000 di akhir tahun.

Namun, harga emas tetap memiliki risiko terkoreksi jika AS kembali gencar mengeluarkan stimulus yang dampaknya membuat dollar AS dan bursa saham di AS menguat.

Analis Global Kapital Investama Alwi Assegaf juga mengatakan memang harga emas saat ini naik karena The Fed masih mempertahankan kebijakan akomodatif dalam waktu dekat ini.

Share :

Baca Juga

Harga Emas Antam Stabil

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp 1.000 Per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp 2.000 Per Gram
Pergerakan Kurs Rupiah Diprediksi Cenderung Terbatas

Ekonomi

Kurs Rupiah Menguat 0,15% Pagi Ini

Ekonomi

Kurs Rupiah Melemah 0,06% di Siang Hari

Ekonomi

IHSG akan Melanjutkan Tren Penguatan Pekan Depan
Kamis (1/4/2021), Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Naik Rp1.000 Per Gram
Kamis (1/4/2021), Harga Emas Antam Naik Rp10.000 Per Gram

Ekonomi

Harga Emas Antam Turun Rp3.000 Per Gram
UKM Jurnalis akan Produksi Sabun Berbahan Eucalyptus

Ekonomi

UKM Jurnalis akan Produksi Sabun Berbahan Eucalyptus