Home / News

Rabu, 22 Juli 2020 - 00:28 WIB

Guru SMPN 19 Provokasi Siswa untuk Menolak SKPI

Medan, makobar.com-Oknum guru di SMPN 19 disebut-sebut memprovokasi siswa untuk menolak Surat Keterangan Pengganti Ijazah (SKPI).

Hal tersebut terjadi menyusul 18 lembar ijazah siswa SMPN 19 Medan Tahun ajaran 2018-2019 hilang di sekolah yang terletak di Jalan Agenda No. 34 Medan.

Sedangkan oknum guru yang disebut-sebut memprovokasi itu adalah Citra Hutasoit.

Akibat ini, beberapa orang tua siswa merasa keberatan karena ijazah anaknya hilang dan akibat hasutan dan provokasi itu, beberapa orang tua siswa memprote sekolah.

Namun, Hutasoit yang dikonfirmasi terhadap hal ini berkilah ia tidak melakukan provokasi.

Ia hanya mengaku simpati dengan nasib 18 siswa yang ijazahnya hilang itu.

“Kita namanya guru, ketika ditanya siswa kan wajar kita kasitahu. Tapi kan tidak ada kita suruh untuk ribut atau menolak,” kata dia saat dihubungi, Selasa (21/7/20).

Ia kemudian membalas tudingan itu sebagai fitnah karena persoalan antara dirinya dan kepala sekolah.

Ia mengaku pernah mengadukan sang kepala sekolah soal dugaan penyelewengan dana BOS sejak Maradu memimpin sekolah pada 2017 lalu.

“Karena itunya itu,” kilahnya.

Soal provokasi ini sebetulnya bukan omong kosong.

Baca Juga  Kasatlantas Polrestabes Medan Imbau Pengendara tidak Memotong Jalur

Sebab, ada tangkapan layar (screenshot) percakapan Citra Hutasoit dengan salah seorang siswa yang diterima wartawan.

Dalam obrolan itu, Citra meminta siswa untuk datang ke sekolah pada Jumat 17 Juli 2020 untuk mempertanyakan ijazah mereka yang hilang.

“Besok ke SMP 19 ambil ijazah. Kalau dibilang belum keluar itu bohong. Karena 18 lembar ijazah itu hilang. Ijazah tidak bisa diganti kecuali di scan. Tapi itu palsu jadi teliti dengan ijazah kalian anak-anak kami. Bila perlu buat pengaduan ke polisi supaya dipidanakan wali kelas kalian karena sudah lalai akan dokumen sekolah dan merugikan anak didik. Tanyakan itu ke wali kelas IX 3 Muspida Sitepu,” kata Hutasoit dalam percakapan itu.

Salah seorang siswa berinisial S mengakui ia kerap dihubungi oleh Hutasoit pascahilangnya ijazah itu.

“Memang kami bingung, kok kayak dilaga-laga gitu sama bapak itu,” kata S. Ia kemudian menunjukkan screenshot obrolannya dengan Hutasoit.

Kepala SMPN 19 Medan Maradu Silaban menjelaskan, ijazah siswa lulusan 2019 itu baru mereka terima sekitar Maret 2020 atau hampir setahun setelah tahun kelulusan. Setelah mereka terima, mereka pun langsung menghubungi siswa untuk mengambil ijazahnya.

Baca Juga  Pelaku Perampokan Komisioner Panwaslu Belawan di Dor Polisi

“Tapi, sebagian lama datang,” kata Silaban di sekolahnya Jalan Agenda, Kecamatan Petisah.

Ijazah 18 siswa yang belum diambil oleh siswa itu kemudian disimpan di sekolah oleh Wali Kelas IX 3 Muspida Sitepu di sekolah.

“Tapi kemudian, ijazah itu hilang, enggak tahu kemana,” kata Silaban.

Ia pun memerintahkan pencarian atas ijazah itu.

Namun, meski sudah mengerahkan seluruh daya, dokumen itu tidak ditemukan.

Ia kemudian melapor ke Dinas Pendidikan Kota Medan yang kemudian mengarahkan untuk membuat laporan polisi.

Tanggal 4 Juli, Muspida Sitepu selaku wali kelas melaporkan tercecernya 18 lembar ijazah siswa ke Polrestabes Medan.

Laporan polisi itu kemudian disampaikan ke Dinas Pendidikan untuk dijadikan dasar penerbitan surat keterangan pengganti ijazah.

Memang diakuinya, ada beberapa wali siswa yang keberatan dengan SKPI ini.

“Kemarin itu, Jumat, ada orangtua siswa yang menolak SKPI. Saya hubungi langsung Pak Kabid (Dinas Pendidikan) menyampaikan ada yang menolak. Lalu pak Kabid menjelaskan bahwa SKPI sama kedudukannya dengan ijazah, seperti yang saya sampaikan,” jelasnya. (mc/Jam)

Share :

Baca Juga

Prostitusi Artis

Hukum

Gelar Perkara Kasus Dugaan Prostitusi Artis HH Digelar Malam Ini
Anak Bisa Stress Karena Terlalu Lama Dirumah Ini Cara Atasinya

Entertainment

Anak Bisa Stress Karena Terlalu Lama Dirumah Ini Cara Atasinya
Manfaat Kunyit

News

Manfaat Kunyit untuk Kesehatan Tubuh Anda

News

Punggawa Ekonomi Kerakyatan Sergei Dukung Soekirman

News

USU Kukuhkan 981 Wisudawan dalam Wisuda Daring Periode III 2019/2020

News

Bupati Tapteng jadi Ketua Dewan Penasehat KNPI Sumut
Gawat Ilmuwan Sebut Efek Jangka Panjang Covid-19 Rusak Berbagai Organ

News

Gawat Ilmuwan Sebut Efek Jangka Panjang Covid-19 Rusak Berbagai Organ
RRI Surabaya Hentikan Operasional Akibat 54 Karyawannya Positif Covid-19

News

Di Sumut Sudah 3.803 Pasien Covid-19 Sembuh