Health, makobar.com – Istilah Gastroenteritis mungkin terdengar asing di kalangan masyarakat luas. Flu perut atau gastroenteritis adalah muntah dan diare akibat infeksi atau peradangan pada dinding saluran pencernaan, terutama lambung dan usus. Muntaber adalah istilah yang umum dikenal masyarakat Indonesia.

Flu perut atau muntaber disebabkan oleh banyak faktor, namun sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus. Karena disebabkan oleh virus penularan penyakit ini mudah terjadi. selain virus gastroenteritis juga disebabkan oleh efek samping obat-obatan.

Walaupun gastroenteritis dapat sembuh dengan sendiri tanpa pengobatan khusus. Pola hidup bersih dan sehat adalah kunci agar Anda terhindar dari penyakit ini. Jagalah kebersihan dengan rajin mencuci tangan, menjaga kebersihan makanan dan air yang dikonsumsi serta kebersihan lingkungan sekitar.

Selain itu menjaga konsumsi asupan gizi seimbang setiap hari adalah salahsatu cara terhindar dari muntaber atau flu perut.

Gejala Utama Gastoenteritis atau Flu Perut

Gejala gastroenteritis atau flu perut utamanya adalah muntah dan diare, Gejala ini muncul setelah 1-3 hari setelah terinfeksi virus. Muntah atau diare ini biasanya berlangsung 1-2 hari, namun disebagian kasus ada yang berlangsung hingga 10 hari.

Dilansir dari laman alodokter, selain muntah dan diare, gejala tambahan dari flu perut antara lain :

  • Demam hingga menggigil
  • Sakit Kepala
  • Mual
  • Hilang Nafsu Makan
  • Sakit dan Nyeri pada perut
  • Nyeri Otot dan Persendian

Gastroenteritis yang umumnya sembuh dengan sendirinya dapat menjadi semakin parah. Saatnnya Kedokter Jika Gejalanya semakin parah.

Pada Orang Dewasa

  • Demam Tinggi hingga diatas 40 c
  • Timbul gejala dehidrasi seperti mulut kering, sering haus dan urine menjadi pekat
  • Muntah darah setelah mengalami muntaber lebih dari 2 hari.
  • BAB Berdarah

Pada Balita dan Anak-anak

  • Demam diatas 38 C
  • Uring-uringan atau rewel
  • Buah hati Anda menjadi gelisah
  • Kerap menangis tanpa mengeluarkan air mata
  • Popok bayi tetap kering dalam jangka waktu lama
  • Diare disertai darah

Saat gejala diatas muncul pada buah hati Anda, segera periksakan ke dokter.

Penyebab Gastroenteritis atau Flu Perut (Muntaber)

Gastroenteritis atau Flu perut yang disebabkan oleh infeksi virus dikarenakan oeh dua jenis virus. Norovirus dan Rotavirus. kedua jenis merupakan penyebab utama flu perut.

Selain itu virus Adenovirus dan Astrovirus juga dapat menyebabkan gastroenteritis.

Penularan Gastroenteritis atau Flu Perut Akibat Virus

Penularan Flu perut dapat terjadi melalui kontak langsung dengan penderita. Kontak seperti berjabat tangan, serta tidak sengaja menghirup cipratan liur penderita saat bersin.

Selain itu penularan dapat terjadi melalui makanan dan minuman yang sudah terkontaminasi oleh virus penyebab gastre

Kebiasaan tidak mencuci tangan setelah buang air juga dapat meningkatkan risiko terkena penyakit ini. Biasakan diri untuk mencuci tangan setelah beraktifitas adalah langkah awal yang efektif mencegah terjangkit flu perut.

Penyebab Lain Gastroenteritis atau Flu Perut selain Virus :

  • Bakteri, seperti Campylobacter bacterium.
  • Parasit, seperti Entamoeba histolytica dan Crystosporidium.
  • Obat-obatan tertentu, seperti antibiotik, antasida, atau obat kemoterapi.
  • Logam berat, seperti timbal, arsen, atau merkuri, yang terhirup dari udara atau terkandung dalam air mineral.

Dikondisi tertentu risiko terjangkit gastroenteritis lebih tinggi pada :

  • Anak-anak dan Balita belum memiliki daya tahan tubuh yang kuat, sehingga mudah terserang infeksi.
  • Penghuni asrama, Tingginya tingkat interaksi antarpelajar di lingkungan sekolah dan asrama dapat meningkatkan risiko penularan gastroenteritis
  • Lansia,cenderung mengalami penurunan daya tahan tubuh, sehingga lebih mudah terinfeksi flu perut atau gastroenteritis.
  • Orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya penderita AIDS atau pasien kanker saat dalam proses kemoterapi.

Pengobatan Gastroenteritis Atau Flu Perut

Flu perut umumnya tidak memerlukan pengobatan khusus, karena penyakit ini akan sembuh dengan sendirinya. Langkah pengobatan gastroenteritis ditujukan untuk menghindari gejala makin memburuk dan mencegah terjadinya dehidrasi, terutama pada anak-anak.

Langkah penanganan utama gastroenteritis adalah memperbanyak konsumsi air putih dan makanan bernutrisi. Penderita dianjurkan untuk makan dalam porsi yang lebih sedikit.

Agar gejala tidak makin memburuk, hindari mengonsumsi susu, yogurt, kopi, alkohol, keju, serta makanan pedas, berserat tinggi, atau tinggi lemak.

Untuk membantu mengganti cairan tubuh yang hilang, penderita dapat mengonsumsi oralit. Larutan ini mengandung elektrolit dan mineral yang dibutuhkan oleh tubuh. Meskipun oralit dapat dibeli secara bebas, pastikan selalu mengikuti petunjuk pemakaian atau tanyakan dahulu kepada dokter.

Jika Diperlukan, Dokter Akan memberi obat-obatan seperti :

  • Antibiotik, seperti amoxicillin, jika gastroenteritis disebabkan oleh infeksi bakteri.
  • Antijamur, seperti nystatin, untuk menangani gastroenteritis yang disebabkan infeksi jamur.
  • Loperamide, untuk meredakan diare.
  • Penderita perlu menjalani perawatan di rumah sakit jika mengalami dehidrasi yang cukup parah. akan diberikan infus untuk mengganti cairan tubuh yang hilang.

Penanganan Gastroenteritis atau Flu Perut Pada Anak dan Balita

Jika buah hati Anda mengalami muntah atau diare, biarkan pencernaannya beristirahat sejenak selama 15-20 menit. Setelah itu, berikan minum secara bertahap untuk memenuhi kebutuhan cairan dan mencegah dehidrasi.

Jenis cairan yang diberikan dapat berupa air putih, larutan oralit, atau ASI jika anak Anda masih bayi.

Langkah penanganan lain yang dapat dilakukan adalah:

  • Berikan makanan dengan tekstur halus dan mudah dicerna, seperti roti, kentang, atau pisang.
  • Jangan memberikan anak Anda makanan atau minuman yang mengandung susu atau tinggi gula, seperti es krim, soda, dan permen.
  • Jangan memberikan anak Anda obat diare yang dijual bebas tanpa resep, kecuali atas anjuran dokter. Pemberian obat sakit perut anak – jenis apa pun sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.
  • Jika gejala muntah dan diare yang dialami anak Anda kian memburuk dan penanganan yang diberikan tidak efektif untuk meredakan gejala, maka segeralah periksakan anak Anda ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Pencegahan Penularan Gastroenteritis atau Flu Perut :

  • Tidak berbagi penggunaan peralatan makan dan mandi dengan orang lain.
  • Membersihkan barang yang diduga telah terkontaminasi virus atau bakteri.
  • Menghindari konsumsi makanan mentah atau belum terlalu matang.
  • Membersihkan kamar mandi dan dapur secara rutin, terutama gagang pintu, dudukan toilet, peralatan masak, dan lantai dapur.
  • Mengkonsumsi air minum kemasan dan menghindari penggunaan es batu saat Anda sedang bepergian. Anda juga dianjurkan menggunakan air kemasan untuk menggosok gigi saat bepergian.
  • Pencegahan jangka panjang, anak Anda dapat menjalani vaksinasi rotavirus. Vaksin ini efektif untuk mencegah gastroenteritis akibat infeksi rotavirus. Ada dua jenis vaksin rotavirus di Indonesia, yaitu yang diberikan 3 kali, saat bayi berusia 6-14 minggu, 18-22 minggu, dan 8 bulan; dan yang diberikan 2 kali, saat bayi berusia 10 minggu dan 14 minggu.

Untuk bayi yang usianya sudah lebih dari 6-8 bulan namun belum pernah mendapatkan vaksin rotavirus, imunisasi ini tidak perlu dilakukan, sebab belum ada studi untuk memastikan keamanan vaksin ini pada bayi dan anak-anak yang usianya di atas 6-8 bulan. (mc/min/alodokter)