Home / News

Jumat, 15 Januari 2021 - 10:45 WIB

Garuda dan Lion Air Putar Balik Dari Pontianak Akibat Cuaca Buruk

Airplane flying above clouds Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Remus Kotsell)

Airplane flying above clouds Ilustrasi (Getty Images/iStockphoto/Remus Kotsell)

makobar.com – Cuaca buruk yang terjadi di kawasan Pontianak pada rabu (13/1/2021) sore. Memaksa sejumlah pesawat berpindah lokasi pendaratan. Dua penerbangan yaitu Pesawat milik maskapai Garuda dan Lion Air terpaksa memutar balik dan mendarat di Palembang (Sumatera Selatan) dan Batam (Kepulauan Riau).

 

Dilansir Antara, Kamis (14/1/2021), pesawat Garuda itu bernomor penerbangan GA504 dan Lion Air bernomor penerbangan JT684. Dua pesawat itu gagal mendarat di Bandara Internasional Supadio, Pontianak, pada Rabu (13/1) sore gara-gara cuaca buruk.

 

“Memang benar hari ini ada dua maskapai yang dialihkan pendaratan (divert) disebabkan cuaca buruk,” kata General Manager PT Angkasa Pura II Cabang Bandara Internasional Supadio, Pontianak, Eri Brawliantoro di Sungai Raya, Kubu Raya, Kalimantan Barat, Rabu (13/1/2021) kemarin.

 

Pendaratan suatu pesawat bukan di tempat tujuan semula disebut sebagai divert. Istilah lain adalah return to base (RTB) atau keadaan pesawat balik lagi ke bandara awal atau bandara alternatif dikarenakan sebab-sebab tertentu.

Baca Juga  Update Corona, Di Sumut 3965 Sembuh dan 6827 Positif Serta 315 Meninggal Dunia

 

“Divert (bukan di tujuan semula) dan RTB (return to base) atau pesawat yang sudah terbang untuk beberapa saat tetapi kembali lagi ke bandar udara awal atau bandar udara alternatif terdekat karena alasan tertentu, itu hal lumrah dalam dunia penerbangan, karena mengutamakan faktor keselamatan penerbangan,” kata Eri.

 

Akhirnya Garuda mendarat di Palembang, Sumatera Selatan, dan Lion Air mendarat di Batam, Kepulauan Riau. Sedangkan satu pesawat lainnya milik maskapai Sriwijaya Air sempat mengalami kendala saat hendak mendarat di Bandara Supadio, Pontianak. Namun pesawat Sriwijaya itu berhasil mendarat di Bandara Supadio.

Baca Juga  Kapolres Tapteng Turun Tangan Padamkan Api Kebakaran Hutan

 

“Saat cuaca kurang baik tadi, pesawat Sriwijaya Air sempat landing. Itu karena cuacanya sempat terang sedikit dan jarak pandang sempat memenuhi standar. Sementara itu, pesawat Batik Air sempat holding. Kalau sudah begitu, ada keputusan apakah akan landing atau divert,” jelas Eri.

 

Divert atau return to base (RTB) ini disebabkan faktor cuaca. Secara umum, faktor cuaca yang sering melatarbelakangi keputusan seperti ini adalah angin atau jarak pandang (visibility) di bawah standar sehingga bisa mengganggu keselamatan penerbangan.

 

“Makanya setiap pengoperasian penerbangan pesawat perlu mengetahui cuaca yang mengacu pada BMKG. Data ini akan diteruskan kepada ATC maupun pilot salah satunya saat akan landing untuk mengambil keputusan apakah landing atau divert,” kata dia.

(mc/yud)

Share :

Baca Juga

Movie rich and famous

Entertainment

Sinopsis Rich and Famous Dijadwalkan Tayang di Bioskop Trans TV

News

Brimob Polda Sumut dikerahkan Kawal Vaksin Covid-19 di Provinsi Sumut

News

Seorang Pemuda Tenggelam Pascalompat Salto dari Atas Jembatan

News

Cristiano Ronaldo Gusur Romelu Lukaku Top Skor Liga Italia

News

BPODT Kampanyekan AKB Bareng Komunitas Gerakan Danau Toba Bersih
Habib Abdullah jubah biru (foto: Ist)

News

Ulama Kharismatik Habib Abdullah bin Ali Alattas Wafat
Harta Kekayaan Elon Musk Capai Rp 1.000 Triliun

Entertainment

Harta Kekayaan Elon Musk Capai Rp 1.000 Triliun
Pria tewas di depan mapolda sumut ternyata sakit paru

News

Korban Tewas di Depan Mapolda Sumut Ternyata Karena Sakit Paru