Home / News

Kamis, 23 Juli 2020 - 03:39 WIB

Fritz Edward Siregar Bekali Panwascam se-Kota Medan

Medan, makobar.com-Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) RI, Fritz Edward Siregar bekali Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) se-Kota Medan.

Hal itu disampaikan Fritz ketika didaulat menjadi narasumber pada Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Peningkatkan Kapasitas Sumber Daya Manusia kepada Panwascam se-Kota Medan dalam rangka Pemilihan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan di Hotel Le Polonia, Jalan Sudirman No. 14 Medan, Rabu (22/7/2020) malam.

“Bapak/Ibu sekalian, Saya yakin betul, pada saat Pemerintah, penyelenggara dan anggota DPR sepakat untuk melanjutkan Pilkada 2020, pada saat Perpu No. 2 tahun 2020 diundangkan, Saya yakin ada keraguan di hati kita semua. Ada keraguan di Bawaslu provinsi, ada keraguan di Bawaslu kabupaten/kota dan ada keraguan di hati bapak/ibu sekalian dalam kondisi seperti ini (Covid-19),” ujar Fritz seperti dihimpun makobar.com.

Apalagi, lanjut dijelasksan Koordinator Divisi Hukum, Hubugan Masyarakat, dan Data Informasi Bawaslu RI ini, Panwascam yang akan turun ke bawah bertemu dengan masyarakat, mulai dari Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) dan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) serta unsur penyelengara lainnya.

“Untuk melanjutkan Pilkada 2020, telah kita laksanakan dengan melalui Undang-undang dan kita semua punya PR (Pekerjaan Rumah) untuk bagaimana melaksanakan perintah undang-undang tersebut,” jelasnya.

Menurut Fritz, tidak mudah bagi Bawaslu untuk bisa memastikan bagaimana pelaksanaan Pilkada 2020 tetap sesuai dengan perintah undang-undang dan tetap mengutamakan keselamatan penyelenggara, terlebih anggaran Bawasalu 2020 dipotong sebesar 46,7 persen dan anggaran Pilkada yang awalnya tidak ada membahas soal Alat Pelindung Diri (APD) harus mengalami penyesuaian.

Baca Juga  Sanksi Pidana Ancam ASN yang Berkampanye di Medsos

“Pada akhirnya, kesepakatan yang terjadi adalah, kita sepakat untuk melaksankaan Pilkada tetapi perlu penerapan protokol kesehatan. Dan sebelum protokol kesehatan itu diterapkan kepada pemilih, kita pelu menerapkan protokol kesehatan itu untuk kita sendiri. Di antara kita,” sebutnya.

Oleh karena itu, tambah Fritz, sebelum kita berpikir bagaimana menerpakan protokol kesehatan dalam melakukan fungsi pengawasan, kita harus menerapkannya terlebih dahulu pada saat di rumah dan lingkungan masing-masing.

“Sebab, kita tidak ingin penyelenggara Pemilu menjadi klaster-klaster baru. Sehingga penerapan protokol kesehatan menjadi pondasi utama dari Pilkada 2020,” tambah Alumni SMA Negri 1 Medan ini.

Oleh karena itu, Fritz menegaskan, salah satu tugas tambahan dari Pengawas Pemilu 2020 adalah penegakan protokol kesehatan.

“Kalo ada penyelenggara Pemilu, KPU, PPK, PPS dan PPDP yang tidak menerapkan protokol kesehatan, bapak/ibu Panwascam wajib untuk memberikan rekomendasi, wajib memberikan saran dan perbaikan,” tegasnya.

Terkait pengawasan tahapan pencocokan dan penelitian (Coklit) yang saat ini tengah berjalan, Fritz berharap Panwascam terampil dalam melakukan pengawasan.

“Mengertilah bagaimana proses coklit. Itu saja dulu. Jangan berpikir terlalu jauh, karena masih banyak hal yang perlu ditegaskan di dalam PKPU 6 tahun 2020,” harapnya seraya meminta jajaran Panwascam untuk belajar melihat bagaimana situasi kantornya masing-masing.

Selain itu, Fritz meminta Panwascam untuk bertindak sesuai tugas pokok dan fungsinya sebagai pengawas.

Baca Juga  Di Tengah Masyarakat, Kompol Rudy Silaen Terapkan Protokol Kesehatan

“Kita semua ini adalah penyelenggara Negara. Kita adalah penyelanggara undang-undang. Maka dari itu,  bertindaklah selayaknya penyelenggara. Punyalah percaya diri sebagai seorang Panwascam. Sebab bapak ibu dipilih untuk menegakkan keadilan Pemilu di kota Medan,” pinta Fritz.

Selain itu juga, Fritz menuturkan, Bawaslu hadir untuk membuat ‘recok’ dalam artian mengatakan yang salah itu salah dan benar itu benar.

“Kalo menjadi seorang Panwascam tidak berani untuk konflik, Saya meminta bapak/ibu mundur saja. Karena, menjadi seorang pengawas Pemilu, baik itu Panwascam, baik itu PKD maupun pengawas TPS, harus berani mengatakan yang salah jika memang salah. Tapi, untuk mengatakan yang salah itu salah, bapak/ibu sekalian harus belajar bersama-sama. Belajar bagaimana pengawasan, belajar bagaimana melakukan penelusuran, belajar bagaimana menulis kajian,” tuturnya.

Untuk itu, kata Fritiz,  Panwascam diminta untuk saling bekerja sama dalam melakukan tugas-tugas pengawasan.

“Kita ini tugasnya kolektif kolegial. Artinya, keputusan diambil bersama,” pungkas Fritz seraya meminta jajaran Panwascam setiap melakukan pengawasan harus dituangkan dalam Form A yang merupakan dokumen dasar dari segala sesuatu dalam melakukan tugas pengawasan.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Kota Medan, Payung Harahap berharap apa yang disampaikan oleh anggota Bawaslu RI di rakernis tersebut membuka serta menambah wawasan dan cakrawala berfikir jajaran Panwascam se-Kota Medan dalam melakukan tugas-tugas pengawasan pada Pilkada Wali Kota dan Wakil Wali Kota Medan Tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19 ini.

Share :

Baca Juga

Anak Bisa Stress Karena Terlalu Lama Dirumah Ini Cara Atasinya

Entertainment

Anak Bisa Stress Karena Terlalu Lama Dirumah Ini Cara Atasinya

News

Bawaslu Medan Minta KPU Maksimal Melakukan Coklit
PUBG Mobile

Entertainment

Kenali Fitur Terbaru PUBG Mobile Healthy Gameplay System

News

Kapolres Tanjungbalai : Tingkatkan pelayanan prima kepada masyarakat

Hukum

Cabuli ABG Penuh Nafsu, Pria Ini Dimasukan ke Kerangkeng
Cegah Uban Muncul Di Usia Muda

Entertainment

Cegah Uban Muncul Di Usia Muda Ini Caranya

News

Bantu Penderita Kanker Rahim, Kabaharkam: Jangan Berhenti Berbuat Baik Kepada Sesama
Bobby atau Akhyar yang Akan Diusung PDIP Di Pilkada Medan?

News

Bobby atau Akhyar yang Akan Diusung PDIP Di Pilkada Medan?