Home / News

Sabtu, 26 Juni 2021 - 08:27 WIB

Eksponen Cipayung Plus: Isu Penutupan TPL Berdampak ke Masyarakat Luas

makobar.com | Saat pandemi merebak di Indonesia di mana kesulitan ekonomi saat ini menjadi salah satu masalah yang harus sangat diperhatikan sebelum melakukan gerakan maupun membangun isu yang berdampak pada masyarakat luas.

Jangan sampai gerakan maupun isu yang dibangun justru membawa bencana bagi masyarakat yang saat ini tengah dihadapkan dengan bencana pandemi covid-19.

Demikian disampaikan Turedo Sitindaon terkait gencarnya gerakan yang mendesak penutupan PT Toba Pulp Lestari (TPL) belakangan ini.

“Isu dan gerakan yang dibangun harus memperhatikan kondisi nyata yang terjadi sekarang, masa pandemi Covid-19 ini membuat kita harus berpikir panjang terhadap apapun aksi dan isu yang sedang dibangun,” katanya dalam dialog “Menakar Untung-Rugi Berdirinya TPL Di Tanah Bata” yang digelar oleh Eksponen Cipayung Plus, Jumat (25/6/2021) malam.

Dialog ini diikuti oleh kalangan aktivis mahasiswa dan menghadirkan beberapa pembicara termasuk Direksi PT TPL Jandres Silalahi.

Baca Juga  Bersama Mak Beti, Sandiaga Uno Kunjungi Agrowisata Paloh Naga

Memang kata mantan Korda GMNI Sumut ini, menyataan sikap untuk mendesak penutupan TPL merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang diatur dalam konstitusi.

Akan tetapi, pernyataan dan aksi tersebut juga harus dibarengi dengan cara pandang yang proporsional terhadap keberadaan perusahaan bubur kertas tersebut di masa pandemi saat ini.

“Kita tadi bisa mendengar, ketika perusahaan-perusahaan besar mulai melakukan pemangkasan jumlah karyawan akibat terkena dampak covid-19,”

“Namun, dari apa yang disampaikan oleh pihak TPL tadi, hingga saat ini tidak ada merumahkan karyawannya, CSR tetap jalan,”

“Artinya ada juga hal yang harus kita apresiasi dari mereka, jadi harus proporsional kita melihatnya terkhusus mengingat masa pandemi ini,” ujarnya.

Baca Juga  Herianto: Klaim Masyarakat Natumingka terhadap Lahan TPL Tak Ada Dasarnya

Sebelumnya, Direksi TPL Jandres Silalahi memaparkan selama 30 beroperasi pihak TPL selalu bekerja sesuai dengan paradigma baru yang mereka bangun yakni membangun kesejahteraan bersama.

Selain memastikan lahan konsesi yang mereka kelola dengan sistem ‘tanam-panen’ tanaman Eucalyptus tidak merambah kepada wilayah lahan lain, mereka juga konsisten menyalurkan dana CSR kepada masyarakat.

Kinerja mereka dipantau oleh tim independen sebagaimana tercantum dalam akta 54 dan akta 05 yang berbunyi pelaksanaan paradigma baru TPL diawasi oleh tim independen yang dibentuk dan disetujui oleh Gubernur Sumatera Utara.

“Artinya implementasi dari paradigma baru TPL itu sangat diawasi oleh tim tersebut. Evaluasi atas pengawasan ini akan dilakukan oleh Gubernur melalui dinas lingkungan hidup. Jadi tidak ada kewajiban dari perusahaan yang boleh kami langgar terhadap masyarakat,” pungkasnya.

Share :

Baca Juga

Kai, putra wayne rooney

News

Manchester United Pastikan Putra Wayne Rooney Merumput di Old Trafford
Tindak Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Perlu Layanan Pengaduan Sampai ke Tingkat Desa

News

Sekda Sumut: Tangani Tindak Kekerasan Pada Perempuan dan Anak Perlu Layanan Pengaduan Sampai ke Tingkat Desa
IHSG Bertengger di Zona Hijau pada Senin (1/3/2021)

Ekonomi

Saham-saham Pilihan Saat Diberlakukan PPKM Darurat
Bom Makassar: Potongan Tubuh Manusia Diduga pelaku Bom Bunuh Diri Ditemukan(foto/detik)

News

Bom Makassar: Potongan Tubuh Manusia Diduga pelaku Bom Bunuh Diri Ditemukan
Forum Remaja Masjid Bekasi Tegaskan Bubarkan Ormas Intoleran dan Kelompok yang Melawan Hukum

Hukum

Forum Remaja Masjid Bekasi Tegaskan Bubarkan Ormas Intoleran dan Kelompok yang Melawan Hukum

News

Bhabinkamtibmas Polsek Medan Baru Musnahkan Gubuk Pecandu Narkotika

News

Kepala Ombudsman Sumut Datangi Padangsidimpuan

News

Video Viral! Seorang Bocah Ikuti Kelas Online dari Pinggir Jalan