Home / Internasional / News

Rabu, 22 Juli 2020 - 13:29 WIB

Dukung Pengembangan Vaksin Covid-19 Oxford Inggris Siapkan Dana Rp 1,5 Triliun

Ilustrasi vaksin virus corona. (iStockphoto/kiattisakch)

Ilustrasi vaksin virus corona. (iStockphoto/kiattisakch)

makobar.com – Uji coba Tahap I dan II vaksin Covid-19 yang dikembangkan Universitas Oxford dan Astrazeneca menunjukkan hasil positif, dengan 100 persen partisipan berhasil mengembangkan antibodi tanpa ada efek samping serius.

Perkembangan baru ini disambut baik oleh Pemerintah Inggris yang berupaya menyediakan akses vaksin yang terjangkau dan adil untuk seluruh dunia.

Dilansir dari laman okezone – Vaksin yang dikenal dengan kode nama Chadox itu akan memasuki uji coba tahap III yang melibatkan anak-anak dan lebih banyak partisipan di banyak negara seperti yang sudah berjalan di Amerika Serikat (AS), Brasil, dan Afrika Selatan.

Pemerintah Inggris telah mengucurkan dukungan dana sebesar 84 juta poundsterling (sekira Rp1,5 triliun) untuk membantu mempercepat pengembangan vaksin tersebut.

Astrazeneca berencana melakukan pengembangan lebih lanjut, produksi berskala besar dan mendistribusikannya.

Perusahaan biofarmasi Inggris itu tetap berkomitmen untuk membuat vaksin tersebut agar dapat diakses secara luas dan merata, jika uji klinis tahap akhir terbukti berhasil.

Baca Juga  Puluhan Pasangan Bukan Suami Istri Ditangkap Petugas Gabungan di Hotel Melati

Sejauh ini komitmen untuk memasok lebih dari 2 miliar dosis vaksin telah disepakati oleh Inggris, Amerika Serikat, Aliansi Vaksin Inklusif Eropa (Europe’s Inclusive Vaccines Alliance – IVA), Koalisi Inovasi Kesiapsiagaan Epidemi (the Coalition for Epidemic Preparedness – CEPI), Gavi the Vaccine Alliance dan Serum Institute of India.

“Inggris beruntung memiliki peneliti-peneliti luar biasa yang bekerja sama dengan tim global yang sangat berpengalaman di AstraZeneca. Kemitraan ini bekerja dengan kecepatan luar biasa untuk menunjukkan hasil uji klinis dari vaksin chadox ini yang terbukti aman dan efektif dalam melindungi publik dari infeksi COVID-19,” kata Ketua Gugus Tugas Vaksin Inggris Kate Bingham.

Wakil Duta Besar Inggris untuk Indonesia dan Timor Leste, Rob Fenn yang juga bertindak sebagai kuasa usaha Kedutaan Inggris di Jakarta mengatakan bahwa Inggris dan Indonesia telah menekankan akan pentingnya vaksin yang terjangkau dan mudah diakses.

“Ketika buku-buku sejarah ditulis, berita yang menggembirakan minggu ini datang dari Oxford, bersamaan dengan pengumuman dari mereka yang mengerjakan vaksin di Indonesia, mungkin akan dianggap sebagai saat ketika gelombang berbalik,” kata Fenn sebagaimana dilansir dalam keterangan pers Kedutaan Inggris Jakarta.

Baca Juga  RRI Surabaya Hentikan Operasional Akibat 54 Karyawannya Positif Covid-19

“Terlepas dari apakah vaksin ini, atau vaksin yang lain, yang akhirnya membuat perbedaan, Inggris dan Indonesia telah menekankan sejak awal pentingnya vaksin yang terjangkau dan dapat diakses oleh semua orang. Inggris tetap menjadi donor terbesar bagi CEVI – dana global untuk penelitian vaksin; dan untuk GAVI – dana global untuk membagikan vaksin di seluruh dunia.”

Inggris telah mengamankan akses ke 3 jenis vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan di Inggris dan belahan dunia lain. Ini akan memberikan Inggris kesempatan terbesar untuk mendapatkan akses tercepat ke sebuah vaksin yang aman dan efektif.

Selain kemitraan Universitas Oxford dengan AstraZeneca, pemerintah Inggris juga telah bermitra dengan BioNTech / Pfizer dan Valneva. (mc/min/okz)

Share :

Baca Juga

Transfer File dari Android Ke PC

Entertainment

Transfer File dari Android Ke PC Wireless Dengan Aplikasi ShareMe (Mi Drop)

Hukum

Pelaku Perampokan Komisioner Panwaslu Belawan di Dor Polisi

News

Polres Tanjungbalai Gelar Razia Gabungan

News

Polres Tanjungbalai Patroli di 7 Warnet
Kantor Google

News

Google Larang Iklan dan Produk yang Pantau Orang Secara Diam-Diam

News

Guru SMPN 19 Provokasi Siswa untuk Menolak SKPI

News

dr Erwin Parlindungan Marpaung Meninggal Karena Covid-19
Asri Deni

News

Asri Deni Ditemukan Tak Bernyawa di dalam Kamarnya