Berita Medan, makobar – Berkas perkara Mantan Bupati Tapanuli Tengah (Tapteng) Sukran Jamilan Tanjung sudah dilimpahkan ke Pengadilan Negeri (PN) Medan. Dengan demikian Sukran Jamilan Tanjung akan segera disidangkan.

“Sudah dilimpahkan. Tinggal menunggu penetapan jadwal sidang dari majelis hakim PN Medan. Kemungkinan pekan depan sudah mulai disidangkan ya” ucap Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Sumut, Sumanggar Siagian, Jumat (9/11/18) sore di ruangannya

Seperti yang dilansir dari laman Tribun Medan, Selain berkas Sukran Jamilan Tanjung, turut juga dilimpahkan berkas Amirysah Tanjung yang merupakan abang dari Sukran.

Keduanya merupakan tersangka kasus dugaan penipuan dan penggelapan sebesar Rp 450 juta untuk pemberian proyek kontruksi di Kab. Tapteng.

Baca Juga: Polisi Sita Material Pembuatan Bagan Pancang di Nias

“Amirsyah Tanjung juga sudah dilimpahkan. Jadi keduanya akan menunggu pemanggilan untuk disidangkan,” ujar Sumanggar.

Sumanggar menambahkan, Kejatisu menunjuk Kadlan Sinaga yang menjadi ketua tim JPU atas keduanya. Paling lama, lanjut Sumanggar, keduanya akan disidangkan dalam dua pekan mendatang.

“Dalam dua minggu ini. Mungkin Kalau Senin depan, sepertinya belum,” beber Sumanggar.

Dikatakan Sumanggar, Sukran dan Amirsyah Tanjung sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut, atas laporan korban Joshua Maruduttua Habeahan pada 30 April 2018 lalu.

“Pihak yang melaporkan ini adalah seorang kontraktor yang juga rekanan Pemkab Tapteng,” tuturnya.

Sumanggar menambahkan, keduanya dilaporkan karena diduga melakukan penipuan dan penggelapan sebesar Rp450 juta dengan korban Joshua Maruduttua Habeahan. Awalnya Sukran yang saat itu menjabat sebagai Bupati Tapteng menjanjikan akan memberikan proyek kontsruksi senilai Rp5 miliar kepada korban.

Kemudian, Sukran memerintahkan Amirsyah untuk meminta sejumlah uang administrasi pada korban. Setelah uang dikirim Rp 450 juta, namun korban tak kunjung mendapat proyek itu.

“Jadi setelah uang diberikan oleh korban, ditunggu-tunggu proyek itu tidak juga diberikan,” terangnya. (mc/min/tribun)

Sumber Tribun Medan