Nilai Tukar Rupiah Menguat ke Level Rp 13.563 per Dolar AS
Ilustrasi

Berita New York, makobar.com – Perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB) Kurs dolar Amerika Serikat (AS) sedikit menguat terhadap sejumlah mata uang utama lainnya di tengah penurunan mata uang safe haven termasuk yen Jepang dan franc Swiss, karena sentimen investor didukung oleh penguatan yuan China dan meningkatnya perdagangan luar negeri China.

Di mana Indeks dolar AS, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama, naik tipis 0,07% menjadi 97,6199 pada akhir perdagangan.

Euro turun menjadi 1,1186 dolar AS dari 1,1214 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2133 dolar AS dari 1,2143 dolar AS pada sesi sebelumnya. Dolar Australia naik menjadi 0,6805 dolar AS dari 0,6767 dolar AS.

Sementara, Dolar AS dibeli 105,97 yen Jepang, lebih rendah dari 106,09 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS menguat menjadi 0,9751 franc Swiss dari 0,9736 franc Swiss, dan jatuh menjadi 1,3239 dolar Kanada dari 1,3314 dolar Kanada.

Sedangkan Yuan China menguat pada perdagangan Kamis (8/8/2019) setelah bank sentral negara itu menetapkan tingkat referensi resmi mata uang itu pada 7,0039 yuan per dolar AS, yang datang lebih rendah dari perkiraan pasar dan meredakan kekhawatiran luas atas pertarungan mata uang antara dua ekonomi terbesar dunia.

Administrasi Umum Kepabeanan (GAC) melaporkan, perdagangan barang-barang luar negeri China naik 4,2% secara tahun ke tahuan dalam tujuh bulan pertama tahun ini menjadi sekitar USD2,49 triliun. Ekspor China naik 6,7% secara tahun ke tahun selama periode Januari-Juli, sementara impor tumbuh 1,3%.

Uni Eropa tetap sebagai mitra dagang terbesar China pada periode itu, dengan volume perdagangan bilateral naik 10,8% dari tahun sebelumnya, diikuti oleh ASEAN, naik 11,3%, dan Amerika Serikat, turun 8,1%.