Home / News

Selasa, 1 September 2020 - 18:35 WIB

Dispensasi SIM Berakhir, Berikut Kata Dirlantas Polda Sumut

makobar.com – Bagi masyarakat yang hendak melakukan perpanjangan SIM di Satlantas Jajaran Polda Sumut, telah kembali normal dengan menerapkan protokol kesehatan.

Seperti yang diketahui, selama pandemi Covid-19, Ditlantas Polda Sumut melakukan dispensasi bagi perpanjangan SIM sampai 31 Agustus 2020.

Di mana dispensasi selama masa pandemi, bagi pemohon perpanjangan Surat Izin Mengemudi (SIM) yang masa berlakunya habis selama masa pandemi, tidak dikenakan penerbitan baru.

Namun, per Selasa (1/9/2020), dispensasi telah dicabut, dan bagi masyarakat memperpanjang masa SIM kembali seperti semula.

Dirlantas Polda Sumut Kombes Pol Wibowo mengatakan, untuk dispensasi SIM sudah habis pada tanggal 31 Agustus kemarin.

“Seperti yang sama-sama kita ketahui, selama masa pandemi, Korlantas Polri mengeluarkan pemberitahuan untuk menerapkan dispensasi SIM sejak 17 Maret sampai 29 Mei, dan dispensasi kedua 2 Juli sampai 31 Agustus,” ungkapnya, Selasa (1/9/2020).

Baca Juga  Polda Sumut Amankan 83 Orang dan 51 Kg Narkotika Jenis Sabusabu

Polisi berpangkat melati tiga di pundaknya ini, habisnya masa berlaku SIM tetap akan dilakukan penertiban baru.

“Kalau sesuai peraturan, SIM yang lewat masa berlakunya maka masyarakat harus mengurus SIM baru. Kemarin dispensasi sesuai tanggal-tanggal di atas maka tidak dikenakan SIM baru tapi administrasi tetap,” terangnya.

Sebelumnya, dibukanya layanan SIM, STNK dan BPKB berdasarkan Surat Telegram Kapolri Nomor : ST/1537/V/YAN.1.1./2020 Tanggal 29 Mei 2020.

Dirlantas Polda Sumut, Kombes Pol Kemas Ahmad Yamin, pelayanan SIM, STNK, dan BPKB dibuka kembali dengan tetap mempedomani dan melaksanakan Protokol Kesehatan secara ketat menuju tatanan kehidupan normal baru (New Normal Life).

Baca Juga  Seorang Pemuda Tenggelam Pascalompat Salto dari Atas Jembatan

“Adapun mekanismenya yakni, melakukan pembersihan dan disinfeksi secara berkala di area kerja dan area publik yg sering disentuh setiap hari. Menyediakan fasilitas cuci tangan dan atau hand sanitizer yang memadai dan mudah diakses,” katanya.

Sambungnya, memasang media informasi yang mewajibkan petugas dan masyarakat untuk mematuhi pembatasan jarak fisik dan mencuci tangan gunakan sabun atau hand sanitizer serta menggunakan masker.

“Memasang tanda untuk menjaga jarak (physical distancing) minimal 1 meter baik saat duduk maupun berdiri dalam antrean. Meminimalisir kontak fisik dengan pemohon menggunakan pembatas/partisi di meja petugas dan mengoptimalkan metode pembayaran non tunai,” pungkasnya. (mc/fan)

Share :

Baca Juga

News

Sanksi Pidana Ancam ASN yang Berkampanye di Medsos

News

Jajaran Ad-hoc Bawaslu Medan Jalani Rapid Tes
Prostitusi Artis

Hukum

Gelar Perkara Kasus Dugaan Prostitusi Artis HH Digelar Malam Ini
Gawat Ilmuwan Sebut Efek Jangka Panjang Covid-19 Rusak Berbagai Organ

News

Kepala Perawat RS Adam Malik Terpapar Covid-19

News

Kapolres Tanjungbalai Beri Bansos untuk Anak Personel Berprestasi
Satu Keluarga Ibu, Anak dan Menantu Edarkan Sabu Diringkus Polisi

Hukum

Satu Keluarga Ibu, Anak dan Menantu Edarkan Sabu Diringkus Polisi

News

Fritz Edward Siregar Bekali Panwascam se-Kota Medan

News

Menanti Sigapiton Menjadi Desa Wisata