Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto
Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto

Berita Medan – Seorang wanita berinisial RT diduga memaksa dua oknum Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Percut Sei Tuan untuk menerima uang usai membuat laporan terkait dugaan pengrusakan pagar rumah dan penganiayaan.

Hal itu terlihat jelas dari rekaman video yang diunggah RT di akun Facebooknya, Rabu (12/9/2018) hingga viral dan dikomentari positif ataupun negatif oleh ribuan netizen.

Baca Juga: Kapolres Belawan Resmikan Rumah Singgah Sahabat Polisi

Informasi yang dihimpun, Sabtu (15/9/2018), sebelum Video tersebut beredar luas, pada Senin (16/7/2018) RT menyambangi Polsek Percut Sei Tuan untuk membuat laporan terkait kasus dugaan pengrusakan pagar rumah milik marga Sirait yang diterima oleh Aiptu DB dan Bripka MS.

Usai membuat laporan, terlihat di rekaman video RT berulang-ulang kali mendesak sambil menawarkan biaya pembuatan laporan kepada kedua oknum polisi tersebut.

Karena terus dipaksa, akhirnya seorang oknum petugas mengatakan dengan berbahasa Batak Toba “lomom ma” (Suka hatimulah).

Selanjutnya RT yang diduga sudah merencanakan untuk merekam kejadian itu dengan kamera ponselnya, langsung meletakkan uang Rp 10 ribu dua lembar dan diletakan di atas meja batu.

Bripka MS langsung mengambil uang tersebut dan mengembalikan kepada wanita tersebut. Namun RT justru meninggalkan ruang SPK.

Pada Rabu (18/6/2018), kedua oknum polisi beserta istrinya berusaha melakukan mediasi dengan mendatangi rumah RT di kawasan Kecamatan Medan Tembung, sekaligus meminta maaf atas kejadian yang terjadi sebelumnya.

Kedua pihak akhirnya menyetujui tidak melanjutkan permasalahan tersebut, dan kedua oknum itu memohon supaya rekaman video dihapus.

Pada Selasa (11/9/2018), RT kembali menyambangi Polsek Percut Sei Tuan guna menemui kedua oknum polisi tersebut guna menanyakan proses laporan yang dibuatnya.

Merasa kasusnya tak di proses, RT diduga mengancam akan memviralkan video yang dikatakannya sebagai dugaan suap yang dilakukan kedua oknum itu. Merasa tak bersalah, keduanya tak menghiraukan ancaman tersebut.

Akhirnya pada, pada Rabu (12/9/2018) rekaman video tersebut diunggah RT ke akun Facebooknya hingga akhirnya viral.

Personil Propam Polrestabes Medan yang mendapat informasi terkait video viral dua oknum polisi yang diduga menerima suap, langsung memanggil dan memeriksa yang bersangkutan pada, Sabtu (15/9/2018) sore.

Kasi Propam Kompol M Arifin mengatakan, pihaknya sudah melakukan pemeriksaan terhadap kedua oknum polisi yang bertugas di SPK Polsek Percut Sei Tuan itu.

“Kalau memang dalam pemeriksaan terbukti bersalah, maka akan kita lakukan tindakan tegas,” ujarnya.

Saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman atas hasil pemeriksaan kedua oknum polisi tersebut.

“Saat diperiksa keduanya tak mengakui melakukan pemerasan, dan mengatakan justru RT yang merekam dengan video itu diduga memaksa untuk memberikan uang. Walaupun begitu keduanya tetap kita periksa dan diproses,”katanya.

Sementara Itu Aiptu DB tak mengakui bahwa ia melakukan pemerasan. Justru RT yang memaksanya untuk diberikan uang.

“Bisa dilihat di rekaman video itu, RT yang memaksa untuk memberikan uang kepada kami. Kami siap diperiksa kalau memang bersalah. Sekali lagi kami tak ada melakukan pemerasan, dan saya berani bersumpah,”ujarnya didampingi Bripka MS.

Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Faidil yang dikonfirmasi membantah jika dua anggotanya meminta biaya pembuatan pengaduan kepada pelapor.

“Tidak benar sama sekali kalau anggota saya bertindak seperti itu. Pada saat itu banyak warga yang mau membuat laporan. Namun saat itu RT mau mencoba untuk memberikan uang kepada petugas agar laporan dia didahulukan. Untuk masalah ini kita serahkan kepada pihak Propam Polrestabes Medan,”katanya. (mc/min)