Di Sumut 189 Anak jadi Korban Kekerasan

Medan, makobar.com – Kasus-kasus kekerasan terhadap anak di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) dianggap sudah semakin memprihatinkan.

Berdasarkan data yang dihimpun oleh Yayasan Pusaka Indonesia (YPI), hingga di penghujung tahun 2019, menunjukkan sebanyak 189 anak telah menjadi korban kekerasan dan perlakuan salah lainnya.

Ketua Badan Pengurus YPI Medan, OK Syahputra Harianda menyampaikan, pencabulan menjadi kasus yang paling banyak terjadi pada tahun ini, dengan 107 anak menjadi korbannya. Lalu penganiayaan ada sebanyak 43 korban dan tindakan pembunuhan dengan 21 korban.

“Kemudian berbagai kasus seperti sodomi, incest, penelantaran dan pemerkosaan,” ungkapnya kepada wartawan, Kamis (2/1/2020).

Ia menyebutkan, Kota Medan masih menjadi kota yang paling banyak terjadinya tindak kekerasan terhadap anak, yakni sebanyak 101 kasus.

Selanjutnya diikuti oleh Kabupaten Deliserdang dengan 22 kasus dan Kabupaten Karo dengan 18 kasus.

“Usia 11 sampai dengan 15 tahun merupakan usia dimana anak sangat mudah dibujuk dan dirayu, situasi dimana anak sedang dalam masa puberitas. Anak menjadi sangat rentan karena pengaruh teman-teman sebaya, lingkungan, teman dekatnya maupun melalui perkenalan di dunia maya,” jelasnya.

Baca Juga :  Terdakwa Korupsi Sirkuit Tartan PPLP Diadili

OK menerangkan, pelaku sendiri berasal dari orang yang tidak dikenal. Akan tetapi menurutnya, yang lebih memprihatinkan lagi, banyak juga pelaku berada dalam lingkungan yang sangat dekat dengan si anak, seperti orang tua kandung, orang tua tiri dan pacar atau teman dekat korban.

Baca Juga :  Resahkan Warga, Tuyul 13 Tahun Ditangkap Polisi

“Kita tidak boleh membiarkan situasi yang tidak ramah anak ini meliputi anak-anak kita. Kami yakin bahwa masih banyak lagi anak-anak yang mendapatkan kekerasan dan perlakuan salah lainnya. Membuatnya tidak yakin akan masa depan yang cerah, yang kelak jika terjadi pembiaran maka negara ini akan melahirkan generasi-generasi yang pemarah, tamak, egois, serakah dan tidak berhati mulia,” terangnya.

Oleh karena itu, kata dia, semua elemen bangsa dimulai dari keluarga, lingkungan sekitar, organisasi anak, lembaga perlindungan anak, lembaga keagamaan, lembaga swadaya masyarakat, organisasi kemasyarakatan, organisasi sosial, dunia pendidikan, dunia usaha ataupun media massa baik cetak maupun elektronik, berperan penting dalam melakukan pembinaan, pengembangan dan perlindungan anak.

Baca Juga :  Kiat Beli Rumah bagi Kaum Milenial

“Masyarakat sekitar harus peka terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya. Peran kelompok atau organisasi di masyarakat dan kepala lingkungan, harus semakin ditingkatkan. Karena kejadian sekecil apapun di lingkungannya, jangan dibiarkan. Segera lakukan pencegahan dan berkordinasi dengan aparatur desa atau kelurahan dan pihak kepolisian,” tuturnya.

Dia melanjutkan, bahwa tidak dapat dipungkiri jika kekerasan terhadap anak seperti fenomena gunung es, yang dikhawatirkan akan semakin meningkat setiap tahunnya, apabila tidak ada upaya yang sistematis dari orang-orang dewasa dalam menangani permasalahan anak yang semakin kompleks.

Baca Juga :  Polres Sergai Tangkap Bandar Sabu Sei Bamban

Peran media massa sambung dia juga sangat penting dalam menyiarkan dan memberitakan hal-hal yang positif dalam program-programnya, sehingga dapat membentuk anak berpikir dan bertindak yang positif.

Baca Juga :  Bocah 4 Tahun Kritis Ditabrak, Penyidik Lepas Pengendara Motor

Ia menambahkan, yang utama perlu diperhatikan dalam pembinaan anak adalah keluarga. Peran orang tua dan keluarga sangat dituntut dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Apalagi di tengah kemajuan tekhnologi yang sangat pesat saat ini.

Perhatian, kasih sayang dan perlindungan imbuhnya, jangan sampai tidak dirasakan anak-anak sejak mereka masih kecil. Sesibuk apapun orang tua dalam bekerja, jangan sampai lalai dalam membina, membesarkan dan mendidik anak-anaknya terlebih dengan pendidikan agama.

“Harus dicamkan bahwa anak adalah titipan, amanah dan karunia Yang Maha Kuasa terhadap orang tua, dan itu harus dipertanggung jawabkan,” pungkasnya. (mc/roe)

Artikel Terkait

Wakapolda Terima Rekomendasi Kajian Cepat Ombudsman Sumut

Medan, makobar.com-Wakapolda Sumatra Utara, Brigjen Pol Dadang Hartanto terima rekomendasi hasil kajian cepat (Rapid Assemen) Ombudsman RI Perwakilan Sumut.

Sinopsis Film Tracers: Kisah Para Pengantar Pesan Naik Sepeda

makobar.com - Film Tracers dijadwalkan akan tayang malam ini di stasiun televisi kesayangan anda pada Senin (27/4/2020) pukul 23.00 WIB. Film karya...

Manfaat Jambu Biji Bagi Kesehatan Tubuh

makobar.com - Sebagian orang lebih memilih mengonsumsi obat herbal untuk menyembuhkan penyakitnya. Daun jambu biji, salah satu obat herbal yang ampuh menurunkan...

Kamis 9 Juli 2020, Harga Emas Antam Naik di Rp940.000 Per Gram

makobar.com - Pada perdagangan hari Kamis (9/7/202) pagi harga emas batangan bersertifikat Antam keluaran Logam Mulia PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)...

Ikuti Artikel Terbaru Kami Melalui Email