Home / Internasional

Selasa, 4 Mei 2021 - 09:37 WIB

Dalam 24 Jam, India Bisa Tembus Kasus Covid-19 Angka 20 Juta

makobar.com – Peringatan dini tentang kemunculan mutasi baru oleh forum penasihat ilmiah yang dibentuk oleh Pemerintah India pada awal Maret juga tidak ditanggapi dengan sigap oleh Modi dan jajarannya.

Beberapa ilmuwan dalam tim tersebut mengatakan, pemerintah federal tidak berusaha untuk memberlakukan pembatasan besar untuk menghentikan penyebaran virus corona.

Meski menjadi produsen vaksin terbesar di dunia, India tidak memiliki cukup vaksin untuk dirinya sendiri.

Saat ini, hanya sekitar 9% dari 1,4 miliar penduduknya yang telah menerima vaksin.

Kekurangan jumlah vaksin ini berpotensi menggagalkan rencana India untuk memulai program vaksinasi nasional pada Sabtu (8/5) nanti.

India telah berjuang untuk meningkatkan kapasitas melebihi 80 juta dosis sebulan karena kurangnya bahan baku dan kebakaran di Serum Institute, yang membuat vaksin AstraZeneca.

Baca Juga  Pasukan Taiwan Siap Bertempur Hadapi China

Saat ini, sudah ada banyak negara yang mengirimkan bantuan medis, mulai ventilator, oksigen, hingga tempat tidur medis untuk meringankan beban India.

India mencapai 19,93 juta dan kematian bertambah 3.417 menjadi 218.959.

Pakar medis mengatakan, jumlah sebenarnya bisa lebih tinggi dari data yang dirilis oleh Kementerian Kesehatan India, yakni 5 hingga 10 kali lipat.

Menurut perhitungan tim ilmuwan Pemerintah India, jumlah infeksi Covid-19 di India akan mencapai puncaknya antara 3 hingga 5 Mei nanti.

Waktu tersebut beberapa hari lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Lonjakan kasus Covid-19 di India diperburuk oleh kurangnya ruang di rumahsakit, menipisnya pasokan oksigen, serta padatnya fasilitas kamar mayat serta krematorium.

Baca Juga  JumlahTerinfeksi Corona Naik, Singapura Lockdown Hari Ini

Reuters melaporkan, setidaknya ada 11 negara bagian dan wilayah telah memberlakukan pembatasan untuk membendung infeksi.

Sayangnya, Perdana Menteri Narendra Modi masih enggan menerapkan lockdown nasional karena khawatir dengan dampak ekonominya.

Krisis terburuk sejak Modi memimpin
Tsunami Covid-19 selama sebulan terakhir tercatat sebagai krisis terburuk di India sejak Modi menjabat pada 2014.

Modi dianggap lalai karena tidak mengambil langkah cepat untuk mengekang penyebaran dan membiarkan jutaan orang yang sebagian besar tidak bermasker menghadiri festival keagamaan dan kampanye politik di lima negara bagian selama Maret dan April.

 

Share :

Baca Juga

Menang Telak atas Burnley, Tottenham Berpeluang Bersaing di Papan Atas

Internasional

Menang Telak atas Burnley, Tottenham Berpeluang Bersaing di Papan Atas
Ilustrasi sistem pertahanan rudal AS. (U.S. Department of Defense, Missile Defense Agency/Handout via Reuters)

Internasional

Roket Serang Pangkalan Militer AS di Ibu Kota Kurdistan, 1 Pekerja Tewas
ilustrasi 5 Peradaban Kuno dan Maju Hilang dan Hancurnya Misterius

Artikel

5 Peradaban Kuno dan Maju Hilang dan Hancurnya Misterius
Korut Kutuk Malaysia dan Memutuskan Hubungannya, Ada Apa Ya?

Internasional

Kim Jong-un: Pasukan Korsel Bisa Dilenyapkan dengan 60 Senjata Nuklir
Inter MIlan Dilanda Covid-19, Pertandingan Menjamu Sassuolo Ditunda(foto: REUTERS/Daniele Mascolo)

Health

Inter MIlan Dilanda Covid-19, Pertandingan Menjamu Sassuolo Ditunda
Olahraga Unik dan Menyeramkan yang Belum Kamu Tahu (foto: bo0mbastis)

Artikel

Olahraga Unik dan Menyeramkan yang Belum Kamu Tahu
Kapal Perang Amerika Serikat Bermanuver di Selat Taiwan Tiongkok Tingkatkan Kewaspadaan (ANTARA/HO-China Military/mii)

Internasional

Serangan’ Teritorial Ratusan Kapal China Picu Permusuhan

Internasional

China Kecam AS dan Jepang Terkait Pernyataan Klaim Maritim Beijing