Berita Medan, makobar – Cemburu berujung maut, warga Jalan Starban Gang Sawah Kelurahan Polonia, Kecamatan Medan Polonia ditikam hingga tewas.

Warga Polonia yang ditikam hingga tewas di Jalan Gajah Mada Medan tersebut ialah Afdillah (19).

Hal tersebut disampaikan Kapolrestabes Medan, Kombes Pol Dr H Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasatreskrim, AKBP Putu Yuda dan Kapolsek Medan Baru, Kompol Martuasah Hermindo Tobing SIK dalam siaran persnya di Kapolrestabes Medan, Jalan HM Said Nomor 1 Medan, Senin, (15/7/2019).

“Kedua pelaku yang sudah diamankan ialah Yakil Yukolah (16) warga Jalan Sentosa Lama Gang Tongan, kelurahan Sei Kera Hulu, kecamatan Medan Perjuangan dan Fahrul (19) warga Jalan Perjuangam Perum Indah Permai, kota Pinang,” ujar Kombes Pol Dadang.

Peristiwa tersebut, lanjut diterangkan peraih Naskah Strategi Perorangan (Nastrap) terbaik pada Pendidikan Regional (Dikreg) ke-26 Sekolah Staf dan Pimpinan Tinggi (Sespimti) Tahun 2017 ini terjadi pada hari Minggu, 7 Juli 2019.

“Awalnya korban dan teman dekatnya (seorang wanita) bernama Divo (Diva Nasution) berkomunikasi dan berjumpa di warkop Jalan Sei Bahorok, Medan Baru. Saat berjumpa dengan korban, Dipo diantarkan menaiki mobil Toyota Avanza yang di dalamnya ada beberapa orang pria merupakan pelaku pembunuhan,” terang Alumnus Akpol Tahun 1994 ini.

Disebutkannya, diduga korban cemburu lantaran teman wanitanya bersama dengan pria lain (tersangka) di dalam mobil yang membuat korban mengamuk dan langsung menjumpai para pelaku di mobil sehingga cek-cok tak terhindarkan.

“Karena tidak enak ribut dengan pemilik warkop, korban dan teman wanitanya pun pindah ke salah satu restoran siap saji di Jalan Gajah Mada,” sebutnya.

Ditambahkan Kapolres, di Jalan Gajah Mada, perseteruan semakin memanas lantaran pelaku mendatangi korban.

“Nah, di Jalan Gajah Mada, perseteruan kian memanas lantaran para pelaku mendatangi korban. Pelaku Yakil Yukola yang tidak senang ditantang korban lantas mengeluarkan sebilah pisau dan menikam korban sebanyak tiga liang di tubuhnya,” tambahnya.

Selain itu, orang nomor satu di jajaran Polrestabes Medan ini memaparkan, pelaku tidak hanya membunuh korban tapi juga merampok Honda Scoopy pelat BK 6470 AID yang dikendarai korban.

“Pelaku Fahrul lalu mengambil sepeda motor korban, jadi selain pembunuhan juga perampokan,” katanya.

Sementara itu, wanita yang merupakan teman dekat korban yang statusnya masih dijadikan saksi, Divo Nasution (17) warga Jl. Halat Gang Gani, Medan Area.

Kemudian, kata Kombes Pol Dadang, tersangka yang diinterogasi mengakui bahwa dirinya melakukan penganiayaan bersama 4 tersangka lainnya.

“Selanjutnya tersangka Fahrul menyerahkan diri ke Polsek Medan Baru pada hari Minggu, 14 Juli 2019 sekitar pukul 22.00 Wib,” pungkasnya seraya menambahkan pelaku lainnya masih dalam pengejaran. (mc/Jam)