USU Gelar Wisuda Periode III Tahun 2018 Diikuti 2
Prosesi Wisuda Universitas Sumatera Utara (mc/abg)

Berita Medan Untuk mencegah paham radikal masuk ke Kampus, Universitas Sumatera Utara (USU) pendataan nomor handphone (HP) dan akun media sosial (Medsos) milik dosen dan mahasiswa‎.

Hal itu, sesuai dengan instruksi, Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir.

“Itu merupakan instruksi Menristekdikti, sudah pasti kita respon dari pimpinan Perguruan Tinggi,” ungkap Rektor USU, Prof. Dr. Runtung Sitepu, SH, M.Hum, kepada wartawan, Minggu (10/6/2018).

Baca Juga: Pegadaian Undi Hadiah Kemilau Periode II, Warga Medan Semoga Beruntung Ya

Dengan itu, Runtung mengatakan pihak USU akan mengikuti himbau tersebut. Dengan instruksi, ia memastikan dosen dan mahasiswa mau memberikan nomor hape ‎dan media sosial untuk dilakukan pendataan oleh pihak kampus USU.

“Tentunya, kalau orangnya tidak ada bermasalah. Pastinya tidak ada masalah memberikan nomor hapenya. Salah satu upaya kita untuk mendeteksi dini, adanya gejala-gejala radikalisme ini,” tutur Runtung.

Meski merespon, Runtung mengakui belum melakukan pendataan tersebut. Namun, akan dilakukan dalam waktu ini.”Tapi, instruksi ini tidak ada mengganggu privasi dosen dan mahasiswa. Karena, Menkoinfo sudah mendata juga. Sekedar mendata aja kita,” jelasnya.

Ia menambahkan kebijakan tersebut, sangat bagus untuk kehidupan kampus tanpa disusupi pahaman radikalisme.”Seandainya, ada niat-niat orang melakukan ujaran kebencian misalnya, dengan secara ini menjadi niat itu, hati-hati. Sebagai langkah antisipasi saja,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menristekdikti, Mohammad Nasir mengungkapkan, akan melakukan monitoring kepada para dosen dan mahasiswa menyusul maraknya temuan radikalisme di kampus. Salah satu pengawasan yang akan dilakukan yaitu dengan mendata nomor handphone (HP) dan akun media sosial milik dosen dan mahasiswa.

“Kami lakukan pendataan. Dosen harus mencatat nomor hp yang dimiliki. Mahasiswa medsosnya dicatat. Tujuannya agar mengetahui lalu lintas komunikasi mereka itu seperti apa dan dengan siapa,” ungkap Nasir, baru-baru ini. (mc/abg)