Berita New York, makobar.com – Akhir perdagangan Rabu (7/8/2019) Bursa AS ditutup bervariasi. Dua indeks utama Wall Street yakni Nasdaq naik 29,56 poin atau 0,38% ke 7.862,83 dan S&P naik 2,21 poin atau 0,08% ke 2.883,98.

Sementara, Dow Jones Industrial Average terkoreksi 22,45 poin atau 0,09% ke 2.6007,07.

Namun, S&P 500 mampu pulih dari penurunan yang tajam kemarin karena investor kembali mengambil di saham-saham yang oversold dan imbal hasil obligasi rebound dari posisi terendah signifikan yang menimbulkan kekhawatiran tentang resesi.

Meningkatnya kekhawatiran atas penurunan ekonomi global dan spekulasi bahwa The Fed harus memangkas suku bunga acuannya lagi mendorong yield US Treasury turun tajam, dengan imbal hasil US Treasury tenor 10 tahun menyentuh level terendah sejak Oktober 2016.

“Imbal hasil US Treasury 10 tahun telah mewakili seluruh kekhawatiran tentang pertumbuhan global saat ini, sehingga pasar saham telah mengaitkannya. Jadi ketika hasil mulai naik hari ini, pasar saham kembali naik,” jelas Michael Antonelli, ahli strategi pasar di Robert W.Baird.

Sementara, perkembangan perang dagang AS-China yang masih memanas membuat kekhawatiran perlambatan ekonomi global kembali meningkat. Alhasil, bank-bank sentral di beberapa negara seperti Selandia Baru, India dan Thailand memangkas suku bunga acuannya.

Kekhawatiran perdagangan kembali muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengancam akan mengenakan tarif sebesar 10% pada barang-barang impor dari China senilai US$ 300 miliar mulai 1 September 2019. Selanjutnya, China membalas dengan melemahkan mata uangnya yang selanjutnya dituduh memanipulasi mata uang oleh AS.