Home / News

Jumat, 2 Oktober 2020 - 11:19 WIB

BPODT Kampanyekan AKB Bareng Komunitas Gerakan Danau Toba Bersih

makobar.com – Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) melakukan kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dengan menggandeng Komunitas Gerakan Toba Bersih.

Kegiatan kampanye ini dilakukan dalam bentuk bersih-bersih destinasi wisata di Kawasan Destinasi Pariwisata Super Prioritas Danau Toba.

Direktur Utama BPODT, Arie Prasetyo, menyampaikan pihaknya terus mendorong pembangunan kepariwisataan di Kawasan Danau Toba dengan pembangunan atraksi, amenitas dan aksesibilitas untuk meningkatkan kenyamanan para wisatawan yang berkunjung.

Selain itu, pelaku industri pariwisata di Kawasan Danau Toba juga dapat saling memahami peranan masing-masing dalam menerapkan protokol kesehatan pada kegiatan kepariwisataan selama masa pandemi Covid-19 ini.

“Kami menyambut baik inisiatif-inisiatif dari seluruh pihak yang memiliki semangat sama untuk mengembangkan kepariwisataan yang berkelanjutan dan menyejahterakan masyarakat di Kawasan Danau Toba. Kegiatan Kampanye Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) baru-baru ini di Balige ini merupakan kali kedua setelah penyelenggataan yang pertama di Parapat. Saya harap ini menjadi kolaborasi yang baik antara program Pemerintah dengan inisiatif komunitas lokal yang selaras untuk saling menguatkan kerjasama dalam pembangunan kepariwisataan di Danau Toba,” kata Arie Prasetyo kepada wartawan Jumat (2/10/2020).

Baca Juga  BAPERA Sumut Siap Menangkan Bobby Nasution dan Aulia Rahman

Inisiator Gerakan Toba Bersih, Patrick Lumbanradja mengatakan Gerakan Toba Bersih merupakan gerakan sosial yang bertujuan untuk membersihkan lingkungan di sekitar Danau Toba, memerangi masalah sampah, khususnya Sampah plastik.

Baca Juga  Kominfo Butuh Anggaran 1 Triliun Untuk Berantas Judi Online?

“Sebagai komunitas, gerakan ini pertama kali dideklarasikan pada bulan Oktober 2019 bersama kaum muda milenial di Balige. Gerakan ini juga berperan aktif dengan lahirnya Bank Sampah pertama di kabupaten Toba, yakni Bank Sampah Induk (BSI) IAS Toba,: kata Patrick.

Sebagai informasi, kegiatan yang juga merupakan kepanjangan tangan dari Gerakan BISA Kemenparekraf/Baparekraf selama dua hari (25-26 Septeber 2020) ini bertujuan untuk memotivasi masyarakat industri pariwisata dan juga memberikan informasi kepada wisatawan bahwa kawasan pariwisata Danau Toba siap untuk aktifitas pariwisata dengan menerapkan Protokol Adaptasi Kebiasaan Baru setelah terjadinya pandemi Covid-19. (mc/fan)

Share :

Baca Juga

Jenazah Reaktif Corona di Medan Dimakamkan Masih Pakai Daster

News

Jenazah Reaktif Corona di Medan Dimakamkan Masih Pakai Daster

News

Rektor USU Dikabarkan Negatif Terpapar Virus Corona

News

Fritz Edward Siregar Bekali Panwascam se-Kota Medan

News

Plt Wali Kota Medan Terpapar Covid-19? Begini Kata Dinkes Sumut
Wiku Adisasmito

News

21 Juli 1.489 Pasien Sembuh Corona di Indonesia Ini Daftar Sebarannya

News

Kapolres Tanjungbalai : Tingkatkan pelayanan prima kepada masyarakat

News

Polres Pelabuhan Belawan Sembelih 5 Ekor Sapi

News

Bawaslu Medan Himpun Donasi Rp7.282.000 untuk Masamba