Berita Medan, makobar.com – Pihak Polsek Medan Helvetia mengamankan pelaku pencurian di sebuah kantor notaris, Jalan Gaperta, Medan.

Sang Pelaku adalah SMP (30) yang merupakan warga Jalan Kapten Muslim, Gang Gotong Royong, Kelurahan Helvetia, Kecamatan Medan Helvetia, diamankan petugas Rabu (10/7) kemarin.

“Penangkapan terhadap pelaku berdasarkan laporan korbannya, Wilfred Siburian (43) warga Jalan Securai Pasar, Kelurahan Securai Utara, Kecamatan Babalan, Kabupaten Langkat,” kata Panit I Reskrim Polsek Medan Helvetia, Iptu S. Sebayang.

Sebayang menjelaskan pencurian itu terjadi sebulan lalu, tepatnya hari Senin (10/6) sekitar pukul 08.00 WIB. Saat itu korban meminta kepada karyawan kebersihan untuk membuka pintu kantor.

Setelah dibuka pintu pertama, petugas terkejut melihat pintu kedua sudah dalam keadaan rusak. Lantas korban meminta kepada petugas itu untuk memeriksa pintu bagian atas yang ternyata dalam keadaan terbuka.

“Korban kemudian melakukan pemeriksaan seisi kantor. Setelah diperiksa, ternyata satu unit laptop dan uang tunai di dalam brankas senilai Rp 8 juta hilang. Selanjutnya korban membuat pengaduan ke Polsek Medan Helvetia,” jelasnya.

Berdasarkan pengaduan korban, Tim Pegasus Unit Reskrim Polsek Medan Helvetia melakukan penyelidikan hingga mengetahui siapa pelakunya. Pelaku ternyata tidak beraksi sendirian, melainkan bersama beberapa rekannya.

Sebulan lebih melakukan penyelidikan, petugas akhirnya meringkus pelaku setelah menerima informasi dari masyarakat tentang keberadaannya.

“Petugas mengejar dan meringkus tersangka tanpa ada perlawanan ketika melintas yang berboncengan sepeda motor di Jalan Gaperta,” terang Sebayang.

Saat diinterogasi, tersangka mengaku melakukan aksi pencurian bersama rekannya berinisial JR dan WN yang hingga kini masih diburu.

Dari tersangka, disita barang bukti berupa dua pasang gorden warna hijau dan kuning serta kotak laptop. Untuk pemeriksaan lebih lanjut, tersangka bersama barang bukti diboyong ke Mapolsek Medan Helvetia.

“Akibat perbuatannya, tersangka dijerat pasal 363 dengan ancaman hukuman 7 tahun penjara,” pungkas Sebayang.