Berita Sergai – Kabarnya beras organik berasal dari merk Sri Wangi berasal dari produk dari kelompok tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Sergai telah masuk pasar modern seperti super market.

“Kita bersyukur beras organik berasal dari Sergia sudah memasuki pasar super market di Medan,” ujar Aliuddin selaku Kadis Ketahanan Pangan Sergai.

Dikatakannya, ada dua kelompok tani telah memproduksi beras organik di Sergai diantaranya kelompok tani Subur dari Desa Lubuk Bayas, Kecamatan Perbaungan dan kelompok tani Subur dari kelompok tani Fajar di Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu.

“Walau ada dua kelompok tani menghasilkan beras organik, namun baru satu memasuki pasar modern,” jelasnya.

Dia menjelaskan, untuk Sergai lahan memproduksi beras organik baru mencapai seluas 2,8 hektar. Hal itu disebabkan untuk memproduksi lahan organik harus memenuhi persyaratan dengan minimal 5 tahun lahan persawahan tidak digunakan memakai pupuk dan pestisida berasal dari campuran kimia.

“Dari persyaratan baru sedikit, namun kita upayakan lahan memproduksi beras organik akan terus bertambah,” ungkap mantan Kadis Kehutanan Sergai.

Menurutnya, dalam meningkatkan produksi beras organik lebih maksimal, pihaknya melalui tenaga penyuluh akan terus mendampingi para petani dalam mengawasi pola tanam dan penggunaan pupuk berasal dari bahan organik.

“Pupuk digunakan petani berasal dari kotoran hewan dicampur limbah daun-daunan. Sedangkan pestisida dari air seni hewan dicampur beberapa bahan seperti pinang, air kelapa,” tambahnya.(mc/ap)