Berita Medan, makobar.com – Pasca Operasi Tangkap Tangan (OTT), Penyidik Direktorat Reskrimsus Polda Sumatera Utara menetapkan seorang tersangka dalam di Kantor Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Pematangsiantar pada Kamis (11/7) kemarin.

Direktur Reskrimsus Polda Sumatera Utara, Kombes Pol Rony Samtana mengatakan bahwa dari 16 orang yang diamankan, satu orang telah ditetapkan sebagai tersangka yaitu EZ yang merupakan Bendahara Pengeluaran BPKAD Kota Pematangsiantar.

“Sedangkan dua orang lagi masih dijadikan sebagai saksi dari Erni yaitu honorer BPKAD Kota Pematangsiantar Tanggi MD Lumbantobing dan staf bidang pendapatan Lidia Ningsih,” katanya, Jumat (12/7).

Dalam pemeriksaan saksi tersebut, tidak menutup kemungkinan akan ada yang lainnya untuk dijadikan sebagai tersangka.

“Mereka menjadi saksi si tersangka. Tidak tertutup kemungkinan bisa jadi tersangka, tapi kan bertahap prosesnya,” ungkap Rony.

Rony menjelaskan bahwa modus yang dilakukan oleh tersangka adalah memotong insentif dari sejumlah petugas pemungut pajak di BPKAD.

“Harusnya kan sesuai aturannya insentif itu diberikan kepada pemungut pajak sepenuhnya. Tapi insentif itu malah dipotong oleh bendahara pengeluaran,” jelasnya.

Ronny menuturkan, mereka yang menjadi saksi dalam kasus ini sejatinya akan dipulangkan setelah 1×24 jam setelah diambil keterangannya oleh penyidik Tipidkor Polda Sumut.

“Iya nanti akan kita pulangkan setelah selesai diambil keterangannya. Untuk saat ini baru 1 tersangka saja yang telah ditetapkan,” tuturnya.

Terkait apakah pimpinan BPKAD Kota Pematangsiantar terlibat dalam kasus ini, Ronny menambahkan bahwa siapa saja bisa terlibat

“Ya kalau ada bukti-buktinya bisa saja. Kalau memang baru sekali pungli itu bisa jadi belum ada aliran ke atas. Tapi kalau sudah berulangkali tidak mungkin tidak mengalir ke atas. Nantilah kita periksa kepalanya, kebetulan dia sedang di Jakarta,” pangkasnya.

Untuk diketahui bahwa petugas Unit Tindak Pidana Korupsi (Tipidkor) Ditreskrimsus Polda Sumatera Utara mengamankan belasan pegawai dan uang tunai Rp186 juta dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) insentif upah pungut pajak Tahun Anggaran 2019, dari Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Pemko Pematangsiantar, Kamis (11/7) sore.