Home / Hukum / News

Kamis, 25 Februari 2021 - 22:48 WIB

BCA Salah Transfer Rp 51 Juta, Penerima Dipenjara Padahal Berencana Kembalikan Uangnya

illustrasi M-Bangking (ist)

illustrasi M-Bangking (ist)

makobar.com – Sebuah kesalahan didunia perbankan kembali dilakukan oleh salah satu bank ternama, yakni Bank Central Asia (BCA).

Pada tanggal 17 Maret 2020 silam BCA melakukan salah mentrasfer uang senilai Rp 51 Juta kepada Ardi Pratama sang makelar mobil.

Pada saat itu Ardi tak mengetahui bahwa uang tersebut adalah “uang nyasar”, dirinya mengira uang tersebut adalah bonus hasil penjualan mobil.

Selang 10 hari, tepatnya tanggal 27 Maret, pihak BCA baru mengetahui kalau mereka salah mentransfer uang, usai mendapatkan komplain dari pihak yang seharusnya menerima transfer.

Kemudian datanglah dua pegawai dari Bank BCA yang ingin mengambil uang tersebut secara utuh senilai Rp 51 Juta.

Namun, lantaran pada saat itu awal pandemi, Ardi telah mengunakan uang tersebut untuk keperluan hidup. Ardi pun tak berniat kabur dirinya berniat mengembalikan dengan cara dicicil, namun pihak bank menolak dan meminta uang tersebut secara utuh.

Pengiriman uang itu dilakukan oleh back office BCA berinisial NK. Hendrix menuturkan, NK mengaku salah input nomor rekening yang berbeda dua digit di belakanganya.

“Saat itu dengan tawaran dan permintaan Ardi (diangsur), pelapor tidak mau, mereka minta cash,” kata dia.

Keesokan harinya usai pegawai BCA mendatangi kediaman Ardi surat somasi pun turut dari pihak Bank BCA, dan langsung didatangi oleh bagian hukum BCA.

Baca Juga  Mulai Ditinggal Pengguna, WhatsApp Tunda Kebijakan Privasi

Pihak BCA terus bersikukuh Ardi harus mengembalikan uang tersebut secara kontan tanpa melakukan angsuran, sesuai dengan permintaan pelapor.

Namun, melihat keadaan saat ini Ardi hanya mampu mengembalikan uang tersebut dengan cara dicicil.

“Kemampuan klien kami saat ini mampunya ya hanya mengangsur. Dan pada saat itu rekening klien saya sudah diblokir sepihak oleh pihak BCA (blokir keluar),” ungkap kuasa hukumnya.

Pada awal April 2020 lalu, Ardi mendapatkan surat somasi kedua dan mendesak agar uang tersebut segera dikembalikan.

Untuk menunjukan iktikad baiknya, Ardi melakukan setor tunai sebanyak Rp 5 juta ke rekening BCA pribadi, sehingga ada dana mengendap kurang lebih Rp 10 juta.

Setelah bulan April hingga Agustus, pihak Ardi sudah tidak lagi dikonfirmasi apapun dari pihak BCA.

Akhir Agustus, muncul laporan kepolisian dari pelapor NK yang intinya melaporkan Ardi telah dengan sengaja menggunakan uang yang sudah diketahui salah transfer tersebut.

Dalam perkara ini, kuasa hukum Ardi Pratama,R Hendrix Kurniawan melihat adanya kejanggalan yang menjerat kliennya. Kejanggalan ini terlihat usai Ardi hendak mengembalikan uang senilai Rp 51 juta secara cash sesuai permintaan pihak BCA, tetapi kantor BCA justru meminta agar uang tersebut langsung dikembalikan ke NK tanpa perantara pihak bank.

Baca Juga  Boruto Episode 186 Pertarungan Terakhir dengan Ao

“Anehnya sama pihak BCA tidak diterima. Justru disuruh serahkan ke NK (pelapor). Klien saya bingung kok bisa begitu. Sebab, hubungan hukumnya disomasi oleh pihak BCA, ketika mau mengembalikan ditolak dan diminta diserahkan ke personal,” ungkap Hendrix, dilansir sonora.id

Hendrix pun mempertanyakan bagaimana dengan kasus hukum yang dilaporkan pihak BCA kepada kliennya.

“Klien saya menanyakan ke petugas BCA saat itu, dan dijelaskan bahwa pihak BCA dan Ardi sudah tidak ada masalah, karena uang itu sudah diganti oleh NK melalui uang pensiunannya,” terang dia.

Dia menilai, jika memang ada keinginan menyelesaikan kasus ini secara baik, semestinya pihak BCA mempertemukan kliennya dengan pelapor. Sehingga, Ardi bisa menyerahkan uang itu kepada pelapor dan disaksikan laangsung oleh pihak BCA.

“Dimediasi langsung. Biar klir, agar tidak ada hal lanjutan,” kata dia.

Ardi pun akhirnya dipanggil polisi dengan status sebagai saksi pada bulan Oktober 2020. 10 November 2020, Ardy resmi ditetapkan sebagai tersangka dengan tuduhan Pasal 855 UU Nomor 3 Tahun 2011 dan TPPU UU Nomor 4 Tahun 2010.

“Saat itu juga klien kami ditangkap dan ditahan sampai sekarang ditahan,” kata Hendrix. Kasus yang menimpa Ardi ini sudah sampai tahap persidangan.
(mc/an)

Share :

Baca Juga

Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) Laksanakan Edukasi Sadar Lingkungan Dengan Aksi Bersih Susur Sungai Deli

LIngkungan

Khadijah Sharaswaty Indonesia (KSI) Laksanakan Edukasi Sadar Lingkungan Dengan Aksi Bersih Susur Sungai Deli
Ilustrasi gempa bumi (foto:shuterstock)

News

Gempa M 7,1 Guncang Sulawesi Utara, Tidak Berpotensi Tsunami

News

Ketum Persipura : Kami Tidak Ikut Piala Menpora

News

Derby Manchester MU Pecundangi Manchester City 2-0
Bupati Bakhtiar Ahmad Sibarani Berikan Bantuan Beras Sebanyak 2,37 Ton Kepada Petugas Kebersihan

News

Bakhtiar Ahmad Sibarani Berikan Bantuan Beras Sebanyak 2,37 Ton Kepada Petugas Kebersihan
Ket foto: Ketua Umum K.SPSI ( Konferensi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia ), Yoris Raweyai, Ketum SPTI, Surya Bakti Batubara dan Ketua DPC F.SPTI-K.SPSI Madina, Samsuddin Lubis, SH

News

F. SPTI Dan K. SPSI Gelar Munas Ke – VI Selama 3 Hari

News

Polres Labuhanbatu Bertemu Tokoh Agama Labusel
Keluarga Dian melihat jenazah tahanan kasus Narkoba yang meninggal

News

Tahanan Kasus Narkoba di Polsek Medan Timur Meninggal Dunia Di Rumah Sakit