Berita Medan – Ujaran kebencian menjadi salah satu faktor kerawanan menjelang Pemilihan Umum 2019. Demikian dikatakan Anggota Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Sumatera Utara, Suhandi Sekender Situmorang dalam sosialisasi pengawasan pemilu kepada mahasiswa, ormas dan jurnalis di Medan, Senin (29/10).

“Titik kerawanan tidak hanya menyangkut tempat, ujaran kebencian juga masuk bingkai kerawanan Pemilu,” kata Suhendi.

Dia menjelaskan kerawanan akibat ujaran kebencian memiliki persoalan yang lebih kompleks sebab hal ini terjadi dengan mudah dan tidak terfokus pada lokasi tertentu karena biasanya dilakukan lewat media sosial.

“Oleh karena itu, kami berharap pencegahan ujaran kebencian yang menjadi sebuah kerawanan harus dilakukan bersama-sama seluruh lapisan masyarakat,” jelasnya.

Dia menerangkan pihak Bawaslu, masih kata Suhendi, juga berharap peran masyarakat dalam hal pencegahan melalui media sosial serta berperan dalam hal itu.

“Kami sendiri tidak sanggup, karena keterbatasan sumber daya manusia di Bawaslu. Pencegahannya harus secara massif kita lakukan, masyarakat seluruhnya harus terlibat untuk mencegah ujaran kebencian,” ungkapnya.

Dia menambahkan, pihaknya akan terus berupaya mencegah munculnya ujaran kebencian, termasuk mensosialisasikannya ke sekolah-sekolah.

“Kami akan ke sekolah-sekolah supaya menghindari ujaran kebencian maupun info hoax,” tambahnya.