Bareskrim Polri Ungkap Kasus Perdagangan Orang bermodus Kawin Kontrak

News, makobar.com – Jajaran Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri ungkap kasus tindak pidana perdagangan orang (TPPO) bermodus kawin kontrak di kawasan Puncak, Bogor, Jawa Barat.

Dalam pengungkapan tindak pidana perdagangan orang itu, didapati sebelas orang sebagai korban TPPO

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan, kesebelas korban itu akan dikembalikan ke pihak keluarga. “Sebelumnya kami lakukan pembinaan dulu, agar tidak terjadi (diperdagangkan, red) lagi ketika kembali ke keluarga,” ungkap Ferdy seperti dilansir dari laman JPNN, Jumat (14/2/2020).

Brigjen Ferdy Sambo menjelaskan, ada lima pelaku kasus itu yang kini telah menyandang status tersangka. Kelima pelaku itu adalah Oom Komariah alias Rahma, Nunung Nurhayati, H Saleh, Devi Okta Renaldi, dan Almasod Abdul Alaziz.

Baca Juga :  Arus LaLin di Jalan Zainul Arifin (Sun Plaza) Tergolong Lancar
Baca Juga :  Polsek Medan Baru Sosialisasi Milenial Road Safety Festival

Menurut Ferdy, pelaku memaksa para korban melayani pelanggan. “Dari jasa yang diberikan para korban, pelaku dapat keuntungan sebesar 40 persen dari nilai yang dibayarkan,” terang Ferdy.

Selanjutnya Ferdy mengatakan, pelaku membanderol para korban dengan tarif bervariasi. Untuk tarif kencan singkat atau short time hingga tiga jam antara Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribu.

Adapun tarif untuk kencan semalam antara Rp 1 juta hingga Rp 2 juta. “Kemudian kawin kontrak tiga hari seharga Rp 5 juta dan satu minggu Rp 10 juta,” katanya.

Selain mengamankan pelaku, polisi juga menyita barang bukti berupa lima telepon genggam, uang Rp 900 ribu, print out dan akses pemesanan apartemen, daftar registasi tamu, invoice, satu bundel booking residence, paspor atas nama Abdul Alaziz, serta dua boarding pass.

Baca Juga :  Pelaku Begal di Medan Ubah Modus Jadi Pemalak
Baca Juga :  Kapoldasu: Masyarakat Tetap Tenang Menjelang Putusan MK

Polisi juga menjerat kelima tersangka dengan Pasal 2 ayat (1) dan ayat (2) Undang-Undang Nomor 21 tahun 2007 tentang TPPO. Ancaman hukumannya adalah penjara paling lama 15 tahun dan denda antara Rp 120 juta hingga Rp 600 juta. (mc/min)

Artikel Terkait

Film True Grit: Hailee Steinfeld Melihat Ayahnya Tewas Mengenaskan

makobar.com - Film True Grit, sebuah karya sutradara serta penulis Ethan Coen dan Joel Coen ini dijadwalkan akan tayang malam ini di...

Ketua IPEMI Medan Serahkan Bantuan untuk Tim Medis RS Royal Prima

makobar.com - Dalam rangka ikut berpartisipasi pada proses antisipasi dan penanganan pandemi virus corona, Ikatan Pengusaha Muslimah Indonesia (IPEMI) Medan memberikan bantuan...

Lagi Asyik di Kedai Tuak, Dua Pemuda Diseret ke Jeruji Besi

makobar.com - Polres Tanah Karo mengamankan dua pria bukan tanpa sebab. Pasalnya, kedua pria berinisial, SS (35) warga Jl Kolam, Gg. Teladan,...

Dua Curanmor Dipelor Kakinya Sampai Terkapar

makobar.com - Polsek Sunggal berhasil menangkap dua orang pelaku curanmor terpaksa dilumpuhkan pakai 'timah panas lantaran melakukan perlawanan saat proses penangkapan pada...

Ikuti Artikel Terbaru Kami Melalui Email